"Tanyakan saja kepadanya. Dia orangnya ramah. Asal jangan menyinggung perasaannya. Dia sensitif pada kegagalannya. Mengerti?" Pikiran Sasha tiba-tiba teringat akan perkataan Dylan mengenai pembantaian di Jalan V. S. Perempuan berkacamata itu tidak bisa menganggap hal itu masalah sepele. Neneknya mengajarkannya untuk selalu waspada pada hal-hal yang di mata orang lain remeh dan tidak perlu untuk dibahas lagi. Kemarahan sesaatnya terhadap Dylan membuatnya terlalu egois, Sasha lupa bahwa dia tidak selamat sendirian, ada banyak penyintas di mall itu. Jika ada hal yang meragukan dan penuh tanda tanya, maka bersiap-siap dan waspada adalah langkah nomor satu. Siapa yang tahu ada apa di Jalan V.S sebelumnya? Jadi setelah jam makan siang berlalu, dia pun menghampiri Pak Doni di pos gerbang u

