"Lihat sisi baiknya, setidaknya kecurigaan sebagian orang dan ketidaksukaan mereka terhadapmu, akhirnya mulai memudar." Suasana hening saat. Perempuan berkacamata itu tidak menampik perkataan Dylan, diam-diam dalam hatinya membenarkan hal itu. "Pekerjaanku adalah membunuh orang,” aku Sasha. Dylan sedikit kaget bercampur bingung. Perempuan berkacamata itu melanjutkan kalimatnya setelah menghela napas panjang. "Aku penulis mandiri. Novel yang kubuat rata-rata tentang orang yang terbunuh," jelas Sasha, cemberut sebentar melihat wajah lega Dylan, dan berkata datar seraya menatap lurus ke depan. "Keluargaku, awalnya adalah keluarga seperti pada umumnya. Bahagia, penuh canda dan tawa. Seolah-olah, sama sekali tidak ada kesulitan dalam hidup ini, dan semua berubah ketika nenekku, ibu kandun

