14

1446 Words

Bu Nani berdecak melihat menantunya yang terus mual, dia mengambil alih pekerjaan Wening memasak untuk sarapan pagi ini. "Ini Ibu punya permen gula asem, mungkin bisa mengurangi mual." Bu Nani mengulurkan beberapa bungkus permen gula asam pada Wening yang masih terduduk lemas di kursi dapur. "Tak buatkan teh hangat, ya? Dikasih jahe dikit." Wening menggeleng pelan menolak tawaran mertuanya sungkan, "Sampun Bu, mboten usah. Mpun ngemut permen mawon. (Sudah Bu, tidak usah. Sudah makan permen aja)." "Yawis, ibu ae sing masak, nak soyo mumet ngko malah bingungke wong. (Ya sudah, ibu aja yang masak, kalau semakin pusing makin bingungkan orang.)" Wening hanya diam dan masih menyesuaikan kondisi tubuhnya yang masih lemas dan sedikit pusing, dia cukup heran sudah memasuki bukan ke empat kehami

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD