13

1386 Words

"Apa?!" Wening menjawab dengan ketus saat suaminya memanggil namanya berkali-kali, hal tersebut tidak membuat Galih marah, lelaki itu justru terkekeh melihat tingkah gemas sang istri. "Galak banget sih, Dik." Wening tidak menjawab, dia lebih memilih untuk memejamkan mata dan berbaring miring membelakangi Galih. Tak lama dia merasakan dagu Galih menempel di lengan kanannya sembari mengusap perut buncit sang istri. "Anak bayiii... Bundamu marah nih, Ayah harus apa? Bundamu ngambek, Ayah jadi takut." Adu Galih pada si jabang bayi yang belum bisa memberi respon. "Dik.. kok diam aja." "Wening..." "Say-" "Tidur Mas, tidur. Aku capek seharian ini." Sahut Wening berhasil membuat suaminya diam, entahlah Wening masih kesal dengannya. Galih membuang nafasnya dengan kasar, masih jam setengah s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD