39

1728 Words

"Mau kemana, Lih? Pagi-pagi juga udah mau main aja." Tegur Bu Nani dengan tegas, melihat Galih sedang mengeluarkan motor. "Ya Allah, ini lho Bu mau antar Syifa ke rumah kakungnya. Curigaan terus." "Ya bukannya curiga. Kamu itu lho, udah tau istri hamil, anakmu juga sudah besar kok masih ngopi aja di warung. Di rumah juga bisa kan ngopinya." Galih memilih diam, seperti biasa setiap kali ibunya mengomel dia akan mendengarkan dan memperhatikan. Lagi pula dia merasa salah, karena beberapa hari ini pulang malam. Gara-gara keasyikan nongkrong, sampai lupa waktu. "Iya iya wis, besok nggak ngopi lagi." "Nggak ngopi lagi, tapi nongkrongnya tetep lanjut." Sahut Wening dengan bergumam. Syifa yang mendengar gumaman sang bunda pun terkekeh, anak itu sudah tau kalau ayahnya sedang diomeli nenek ju

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD