"Tuan Damian yang terhormat, jangan anda pikir saya setuju dengan rencana kalian ini.Saya tidak setuju dan lebih baik anda pulang saja,"ucap Nabila kepada Damian .
"Kamu pikir ini rencanaku,ini adalah rencana David.Aku juga tak sudi menikahi mu walaupun hanya pura-pura saja,"jawab Damian .
"Ck.Kamu pikir aku Sudi,"ucap Nabila.
Ternyata perdebatan mereka di luar rumah terdengar oleh David yang sedang berada di luar rumah.
David dan bibi Nabila segera menuju ke luar untuk melihat.
Melihat David dan bibi Nabila menuju ke tempat mereka sedang berdebat,Damian segera mengajak David pulang sebelum David bertanya.
"Ayo,kita pulang sekarang?!"ucap Damian kepada David.
"Tapi kita kan.."Belum selesai berbicara Damian sudah memotong ucapannya.
"Aku bisa cari orang lain,"jawab Damian .
Damian segera masuk ke dalam mobil, diikuti oleh David yang masih penasaran dengan apa yang terjadi.
Nabila yang kesal karena ucapan Damian langsung masuk ke dalam rumah ketika David menyusul Damian ke dalam mobil.
Tak berapa lama kemudian, mobil Damian meninggalkan rumah bibi Nabila.
Di perjalanan menuju ke rumah, Damian hanya diam saja.Karena ingin tahu apa yang terjadi, David pun bertanya kepada Damian .
"Apa yang sebenarnya terjadi tadi?"ucap David.
"Dia mengusirku pulang,kan sudah aku bilang wanita seperti itu tidak cocok untuk jadi istriku walaupun hanya pura-pura,"jawab Damian .
"Tapi kita tak punya banyak waktu, Nabila satu-satunya harapan kita jika kamu masih mau acara itu tetap dilaksanakan,"ucap David.
"Apa tidak ada yang lain selain dia, melihatnya saja sudah membuat aku emosi,"jawab Damian .
"Jangan terlalu membenci,suatu saat bisa-bisa kamu jatuh cinta sama dia,"ucap David kepada Damian .
"Ck.Itu mustahil terjadi,"jawab Damian dengan arogan.
Tak berapa lama kemudian mereka sampai di rumah.Damian segera turun dan langsung menuju ke kamarnya.
Sedangkan David, sekarang dia merasa bersalah kepada Nabila.Hal itu karena David merasa keputusannya untuk menjadikan Nabila pengganti Clara dia pikir kurang tepat.
David sekarang baru sadar jika Damian yang keras kepala serta arogan tak cocok untuk Nabila yang polos dan baik.
Karena rasa bersalah tersebut,David ingin meminta maaf namun sekarang bukan waktu yang tepat karena Nabila pasti tidak mau bertemu dengannya.
Sementara itu di rumah Nabila, Bibinya yang belum tahu apa yang terjadi menyusul keponakannya yang sekarang sudah berada di dalam kamar.
Tok.. tok..tok..
"Nabila.Buka pintunya, Nak."ucap Bibinya di depan pintu kamar Nabila.
"Aku butuh waktu sendiri,Bi."jawab Nabila dari dalam kamar.
"Kamu jangan begini, cerita sama Bibi apa yang terjadi sebenarnya,"ucap bibinya khawatir.
Hening.Tak ada jawaban sama sekali dari dalam kamar Nabila.
Akhirnya karena pintu kamar Nabila tak kunjung di buka, Bibinya pun hanya bisa pasrah menunggu sampai Nabila mau membuka pintu kamarnya.
Saat tengah malam menuju dini hari, Nabila keluar dari kamarnya karena perutnya terasa lapar.Karena perdebatannya kemarin dengan Damian , Nabila sampai lupa jika dia belum makan.
Saat keluar dari kamar, dia melihat Bibinya yang tertidur di kursi yang ada di dekat televisi.
Nabila merasa bersalah karena permasalahannya dengan Damian malah membuat bibinya jadi kena imbasnya.
Dia pun segera menghampiri bibinya itu,dia bangunkan bibinya itu agar bisa beristirahat di kamar.
"Bi.Yuk ke kamar biar nyaman istirahatnya,"ucap Nabila membangunkan Bibinya.
"Kamu ada masalah apa sama mereka, bibi khawatir sama kamu.Ayo cerita,"jawab bibinya.
"Nanti disaat waktu yang tepat Nabila akan cerita semuanya,Bi.Bibi akan jadi orang pertama Nabila beritahu,"ucap Nabila.
Setelah itu dia kemudian mengantarkan Bibinya ke kamar agar beristirahat karena hari ini Bibinya akan berangkat siang ke rumah Damian .
Selesai mengantarkan bibinya, Nabila segera ke dapur untuk mencari makanan karena dia sudah sangat lapar.
Nabila membuat nasi goreng kesukaannya, setelah matang Nabila segera menghidangkannya di atas piring karena dia sudah tak sabar ingin menikmatinya.
Selesai makan, Nabila segera kembali ke kamarnya.Dia sangat mengantuk sekali setelah mengisi perutnya.
Keesokan harinya, Nabila terbangun saat mendengar ketukan pintu kamarnya.
"Nabila,"panggil Bibinya.
Nabila segera bangkit dari tempat tidurnya dan langsung membuka pintu kamarnya.
"Ya,Bi."jawab Nabila sambil mengucek matanya.
"Ada Tuan David di depan,kamu segera mandi dan temui ya, bentar lagi bibi mau ke rumah Tuan Damian ,"ucap Bibinya.
"Baik,Bi."jawab Nabila segera masuk lagi ke dalam kamarnya untuk mandi.
Setelah itu Bibi Nabila pun segera menuju ke depan rumah untuk bertemu dengan David, sekaligus memberitahukan jika bentar lagi Nabila akan menemuinya.
"Tuan David, Nabila bentar lagi keluar.Saya pamit mau ke rumah Tuan Damian ya,"ucap bibi Nabila kepada David.
"Ya, Bi.Hati-hati di jalan,"ucap David.
Bibi Nabila pun meninggalkan David yang duduk di ruang tamu rumahnya.
Tak berapa lama setelah bibi Nabila pergi, Nabila yang sudah selesai mandi segera menemui David di ruang tamu.
"Ada apa anda ke sini lagi,Tuan?"tanya Nabila saat sampai di ruang tamu.
"Saya ke sini hanya ingin minta maaf,saya harap kamu mau memaafkan saya,"ucap David.
"Saya sudah maafkan anda, tapi saya minta anda jangan lagi memaksa saya untuk menikah dengan Tuan Damian yang arogan itu walaupun hanya sekedar pura-pura saja,"jawab Nabila.
"Ya, maaf.Sekali lagi saya minta maaf,"ucap David.
"Ya.Jika tidak ada lagi keperluan lain anda bisa pulang karena saya sebentar lagi akan pergi karena ada keperluan penting, jawab Nabila.
"Boleh saya antar?"ucap David.
"Tidak perlu,saya bisa pergi sendiri."jawab Nabila.
Karena sikap Nabila yang masih dingin terhadapnya, David pun hanya bisa segera pulang agar tidak membuat Nabila kembali marah kepadanya.
Setelah David pergi meninggalkan rumahnya, Nabila segera mengunci rumahnya, lalu setelah itu pergi ke depan untuk mencari taksi.
Saat sedang menunggu taksi, sebuah mobil berhenti di depannya.
"Silahkan masuk Nona,Saya akan antarkan anda ke suatu tempat,"ucap supir mobil tersebut kepada Nabila.
Karena masih bingung dengan kedatangan pria yang tak dikenalnya itu, Nabila masih berdiri di samping mobil tersebut.
"Kamu siapa?"tanya Nabila.
"Saya di suruh seseorang untuk menjemput anda, jangan takut saya orang baik-baik,"ucap sopir tersebut kepada Nabila.
Walaupun masih ragu, tapi akhirnya Nabila masuk juga ke dalam mobil tersebut.
Nabila hanya berpikir jika supir tersebut adalah suruhan dari David yang tadi sempat dia tolak saat ingin mengantarkannya pergi.
Di perjalanan menuju ke suatu tempat, Nabila melihat ke sekelilingnya jalan yang dia lewati, ternyata mereka menuju ke pusat kota.
Tak berapa lama kemudian, mobil tersebut berhenti di depan sebuah restoran.Nabila yang masih belum tahu siapa yang akan dia temui melamun di dalam mobil, hingga dia tersadar saat sopir mobil tersebut membukakan pintu untuknya.
"Kita sudah sampai Nona,mari saya antarkan,"ucap sopir tersebut kepada Nabila.
Masih dalam keadaan kebingungan, Nabila berjalan mengikuti sopir tersebut ke dalam restoran mewah tersebut.
Sesampainya di dalam restoran tersebut, Nabila di antarkan seorang pelayan ke ruangan VIP.
Belum ada siapapun di dalam ruangan tersebut, Nabila pun duduk di kursi yang sudah tersedia untuknya.
Setelah beberapa menit menunggu,tak lama ada seorang pria dengan pakaian rapih masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Maaf kalau saya harus dengan cara ini membawa kamu ke sini,"ucap Damian saat masuk ke ruangan tersebut.
"Kamu?"ujar Nabila saat melihat Damian yang masuk.
"Ya.Aku mau minta kamu untuk jadi istri kontrakku.Jika kamu menolak, Bibi kamu terpaksa aku pecat,"ancam Damian .
"Itu tak adil,kamu jangan libatkan siapapun dalam masalah kamu,"ucap Nabila kesal.
"Nasib Bibi kamu bergantung pada jawaban yang kamu berikan,"jawab Damian menatap kearah Nabila.
Nabila diam setelah mendengar ucapan Damian ,dia frustrasi karena dia di paksa untuk menerima permintaan Damian walaupun sebenarnya dia tak mau.
Menit berikutnya, Nabila pun memberikan jawabannya.
"Baiklah,aku setuju untuk jadi istri kontrak anda, Tuan Damian yang terhormat."ucap Nabila menatap kearah Damian penuh kebencian.
"Bagus.Memang itu jawaban yang tepat untuk kamu berikan kepada ku,"jawab Damian tersenyum penuh kemenangan.
"Tapi ingat, jangan pernah sentuh aku sedikit pun setelah kita menikah nanti?!"ucap Nabila kepada Damian .
"Tentu saja aku takkan menyentuh mu, melihat mu saja aku tak berselera,"jawab Damian dengan tatapan mengejek.
"Dasar manusia angkuh pantas saja kamu di tinggal oleh kekasih mu?!"ucap Nabila kepada Damian .
Damian yang mendengar ucapan Nabila kembali teringat dan hampir emosi kepada Nabila.
Namun Damian berhasil mengendalikan emosinya.
"Sudah,aku tak ingin lagi berdebat.Kamu mau makan atau aku antar pulang,"ucap Damian kepada Nabila.
"Aku mau pulang?!"jawab Nabila kepada Damian .
Tapi saat Nabila hendak melangkah keluar dari ruangan tersebut, terdengar suara bunyi dari perut Nabila yang keroncongan.
"Sebaiknya kamu makan, aku tak ingin repot jika nanti kamu pingsan dijalan,"ucap Damian sambil menahan tawanya saat mendengar suara perut Nabila.
Nabila pun kembali duduk dan dia langsung makan makanan yang sudah di depannya.
Melihat Nabila makan, Damian tanpa sadar tersenyum kasih dia baru pertama kalinya melihat seorang wanita yang makan di depannya tanpa jaim sedikitpun.
Nabila yang sadar jika sedari tadi di pandangi oleh Damian menghentikan makannya.
"Kenapa Anda tidak makan dan kenapa melihat saya seperti itu? Apakah Anda belum pernah melihat orang makan sebelumnya?"ucap Nabila kepada Damian .
"Bukan begitu,Saya hanya heran dengan wanita seperti kamu yang makan di restoran mewah seperti itu,ini semua saya pesan khusus untuk kamu karena saya sudah makan tadi,"jawab Damian kepada Nabila.
Nabila melihat ke arah Damian , memperhatikan wajah Damian dengan tatapan yang tajam.
"Jangan-jangan kamu masukin sesuatu di makanan atau minuman ini, abis itu kamu berbuat hal yang tak senonoh kepada saya,"ucap Nabila kepada Damian .
"Memangnya wajah ku ada tampang seperti itu,aku ini juga punya selera.Mana mungkin mau mengerjai orang seperti kamu ini,"jawab Damian tertawa mendengar ucapan Nabila.
Karena sudah kenyang, Nabila pun langsung bangkit dan ingin pergi meninggalkan tempat tersebut, tapi di tahan oleh Damian .
"Kamu harus pulang dengan ku,atau kamu harus bayar semua makanan yang kamu makan tadi,"ancam Damian kepada Nabila.
"Ancam aja terus,"jawab Nabila sambil memanyunkan bibirnya.
Damian hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah laku Nabila, kalau bukan karena Ilona yang sudah berkhianat mungkin dia takkan mungkin meminta wanita seperti Nabila untuk jadi istri kontraknya.
Mereka pun bersama-sama meninggalkan restoran tersebut, menuju ke mobil milik Damian yang sudah di parkirkan di depan restoran oleh penjaga restoran tersebut.
Di perjalanan menuju ke rumah Nabila, Damian melihat toko pakaian langganan keluarganya dan berpikir untuk membeli beberapa pakaian untuk Nabila karena dia tak mungkin pede jalan dengan penampilan Nabila yang sangat sederhana.
Saat mobil milik Damian tersebut berhenti di depan sebuah toko pakaian wanita, Nabila hanya diam di dalam mobil saat Damian sudah turun dari mobilnya,karena dia tak berpikir jika Damian ingin membelikannya pakaian.
"Ayo turun,"ucap Damian kepada Nabila yang masih berada di dalam mobil.
"Mau ngapain?"tanya Nabila.
"Ikut aja gak usah banyak tanya,"ucap Damian sambil menarik tangan Nabila turun dari mobil.
"Jangan pegang-pegang dong,sakit tahu gak sih,"jawab Nabila.