Tuan Arogan
"Kenapa kau tega lakukan ini padaku Clara apa salahku?!"monolog Damian di dalam mobil setelah menyaksikan pengkhianatan kekasihnya tersebut.
Bayangan saat kekasihnya memadu kasih dengan pria lain hadir dalam pikirannya terus menerus hingga membuat dia semakin kesal.
Pada malam yang tadinya dia pikir akan jadi malam spesial justru jadi malam paling sial dan menyedihkan.
Seorang pengusaha muda sukses bernama Damian Kurniawan harus menyaksikan langsung orang yang dia cintai berselingkuh.
Damian tak pernah menyangka jika dia harus menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri pengkhianatan kekasihnya tersebut.
Mimpi dan angan nya yang sudah lama Damian simpan dalam khayalan sirna begitu saja setelah melihat apa yang terjadi di depan matanya.
Hati Damian sangat hancur,niat hati ingin memberikan kejutan untuk kekasihnya malah berbalik,dia yang mendapat kejutan yang membuat hatinya hancur berkeping-keping.
Dengan hati yang sangat sedih dia pergi meninggalkan apartemen milik kekasih yang sudah mengkhianatinya.
Damian tak masih tak bisa percaya jika wanita yang dia cinta itu tega mengkhianati dirinya, hingga rela memberikan kesuciannya kepada orang lain dengan begitu mudahnya.
Damian tak tahu harus pergi kemana untuk menghilangkan kesedihannya setelah apa yang sudah dia alami. Tadinya Damian sebenarnya ada janji pergi ke sebuah acara penting rekan bisnisnya sambil memperkenalkan Clara yang akan jadi calon istrinya namun semuanya hancur begitu saja karena ulah kekasihnya tersebut.
Dia pun kini hanya bisa memilih untuk pulang ke rumah orang tuanya untuk memikirkan apakah dia harus melanjutkan acara pernikahan itu atau membatalkannya.
Di perjalanan menuju ke rumah orang tuanya, Damian yang merupakan seorang CEO yang sangat dikenal oleh banyak orang berpikir jika dia tak mungkin untuk membatalkan acara pernikahannya yang sudah diketahui oleh semua rekan bisnisnya.
Karena acara tersebut tinggal menghitung hari, Damian pun bingung bagaimana caranya dia bisa tetap melanjutkan acara pernikahan tersebut sedangkan calon istrinya sudah mengkhianati nya.
Tiba-tiba dia mendapatkan ide untuk mencari seorang wanita sebagai pengganti Clara, tapi dia bingung harus mencari dimana sementara hari acara itu semakin dekat.
Tak berapa lama kemudian Damian pun sampai di rumah orang tua nya.Sesampainya di rumah, Damian yang sudah lama tak melihat keadaan rumah sedikit terkejut dengan perubahan di rumahnya.
Hal yang membuatnya terkejut adalah seorang wanita yang membukakan pintu untuknya yang ternyata adalah keponakan dari asisten rumah tangga di rumah Damian.
Damian yang terkenal dengan sifat Arogannya itu pun langsung masuk tanpa basa-basi dengan wanita yang membukakan pintu untuknya itu.
Nabila yang hari itu terpaksa menggantikan bibinya yang sakit pun jengkel dengan sikap Damian
"Dasar Arogan. Untung saja dia anak pemilik rumah ini kalau tidak,Udah aku teriakin maling,"ucap Nabila saat Damian sudah pergi menuju ke kamarnya yang berada di lantai atas.
Setelah Damian masuk ke kamarnya, Nabila pun melanjutkan pekerjaannya.
Tak berapa lama saat Nabila sedang mempersiapkan makan malam untuk semua penghuni rumah, Nabila terkejut dengan Damian yang tiba-tiba muncul.
"Eh,Tuan.Ada apa tiba-tiba ke dapur buat saya jantungan,"ucap Nabila yang terkejut.
"Buatkan saya makanan selain makanan itu,"ucap Damian sambil menunjukkan makanan yang sudah di hidangkan Nabila di atas piring.
"Baik, Tuan." jawab Nabila.
Nabila pun langsung membuat makanan lain untuk Alvaro.
Ternyata Nabila lupa dengan apa yang sudah di katakan bibinya tentang semua makanan yang harus dia masak di rumah tersebut terutama Damian yang sewaktu-waktu bisa pulang kapan saja.Damian tidak bisa memakan makanan laut.
Akhir Nabilla membuat makanan lain dengan campuran yang sama yaitu udang.
Setelah selesai Nabila mengantarkan makanan itu kepada Damian.
"Makanan apa ini,"ucap Damian membuang makanan tersebut.
Melihat makan yang dia buat dengan susah payah di campakkan oleh Damian hingga berserakan di lantai, Nabila pun sangat sedih dan pergi tanpa sepatah kata pun.
Dengan hati yang sangat sedih dia pergi meninggalkan rumah Damian, Nabila sangat sakit hati karena baru kali ini dia diperlakukan seperti itu oleh orang yang ada di rumah itu semenjak dia menggantikan Bibinya.
Mendengar keributan yang terjadi di ruang makan, sepupu Damian segera keluar dari kamar untuk memastikan apa yang terjadi.
Saat melihat hanya ada Damian sendirian, sepupu Damian tersebut pun mencari keberadaan Nabila yang baru saja pergi.
Sepupu Damian mencoba menyusul Nabila, tapi ternyata Nabila sudah pergi dengan mengendarai sepeda miliknya.
Akhirnya sepupu Damian itu pun kembali ke dalam rumah untuk berbicara dengan Damian.
"Kamu kenapa sih, baru pulang udah bikin keributan di rumah dan buat orang sakit hati,"ucap Sepupu Damian.
"Aku lagi kesal banget hari ini,"jawab Damian.
"Emang kamu kesal sama siapa?"tanya Sepupu Damian.
"Sama Clara,"jawab Damian menahan emosi.
"Kenapa?! Bukannya kamu itu cinta mati sama dia,"jawab Sepupu Damian.
"Kamu liat aja ini,"ucap Damian sambil menunjukkan foto Clara dengan pria yang bersama Clara tadi di apartemen.
"Parah banget nih cewek,terus kamu masih mau nikah sama dia,"jawab sepupu Damian.
"Ya enggak lah,tapi aku bingung gimana cara buat batalkan pernikahan itu kan sebentar lagi dan kayaknya Clara gak semudah itu terima kalau dibatalkan,"ucap Damian.
"Aku punya ide, tapi enggak tahu kamu setuju atau enggak sama ide ku,"ucap sepupu Damian tersebut.
"Katakan saja.Kalau cocok aku setuju," jawab Damian.
"Oke. Sini aku kasih kamu ide,"ucap Sepupu Damian itu sambil membisikkan sesuatu ke telinga Damian.
Mendengar apa yang di bisikkan oleh sepupunya itu Damian mengangguk-anggukkan kepalanya karena ternyata ide mereka sama.
"Bagaimana? Kamu setuju sama rencana aku gak?"ucap Sepupu Damian kemudian.
"Aku sih setuju karena aku juga berpikir seperti itu tadinya, tapi bagaimana sama Mama dan Papa.Kalau Mama sama Papa marah gimana?"ucap Damian kepada sepupunya tersebut.
"Ya ampun takut banget sih, jadi laki-laki.Mama Papa gak bakalan marah,kalau pun marah biar aku bantu jelasin,"jawab sepupu Damian tersebut.
"Yaudah deh,aku setuju,"ucap Damian kemudian.
Akhirnya Damian pun menyetujui saran dari sepupunya itu untuk mencari pengganti karena itu juga ide yang tadinya dia pikirkan.
Walaupun dia sebenarnya tak begitu yakin, tapi dia pun hanya bisa menerima ide tersebut untuk sementara karena hanya itu satu-satunya jalan keluarnya.
Sementara itu di tempat lain, Nabila yang baru saja sampai di rumah langsung masuk ke kamarnya.
Bibinya yang heran dengan tingkah laku keponakannya itu pun langsung menyusul Nabila ke kamarnya.
"Kamu kenapa,tumben jam segini udah pulang?"ucap Bibinya.
"Aku kesal sama anak majikan Bibi yang baru pulang dari luar negeri itu, sombong banget sih,"jawab Nabila kepada bibinya.
"Dia emang kayak gitu,tapi hatinya baik,kok,"jawab Bibinya.
"Baik apanya,orang dia itu ngeselin dan arogan banget,"ucap Nabila Dengan wajah cemberut dan hampir menangis.
"Dia aslinya baik kok,cuma itu dia orangnya gak terlalu ramah jadi terkesan sombong,"jawab Bibinya kepada Nabila.
"Tau ah,pokoknya besok aku enggak mau kesana lagi,"ucap Nabila Sambil menutup mukanya dengan bantal dan menangis.