Nabila menangis karena hatinya sakit akibat dari perlakuan Damian dengan begitu mudahnya membuang makanan yang sudah dia buat dengan susah payah ke lantai.
Karena capek menangis, Nabila tertidur hingga malam pun tiba Nabila belum juga bangun.
Tak lama kemudian bibinya yang khawatir mengetuk pintu kamar Nabila karena Nabila tak kunjung keluar kamar dari tadi sore hingga hari sudah berganti malam.
Tok..
Tok..
Tok..
Karena tak ada jawaban, Bibinya pun masuk ke dalam kamar Nabila yang ternyata tak dikunci dan melihat Nabila Masih tidur.
"Masih tidur ternyata,"gumam bibinya saat melihat Nabila.
Dengan lembut Bibi Nabila membangunkan Nabila yang masih tertidur dari tadi sore.
"Nabila bangun,udah malam loh.Kamu mandi terus makan,"ucap bibinya membangunkan Nabila.
"Hoaamm..Ya,Bi."jawab Nabila yang baru bangun sambil menguap.
Setelah itu bibi Nabila pun keluar dari kamarnya, kemudian setelah itu Nabila segera beranjak dari tempat tidurnya.
Nabila berlalu masuk ke toilet untuk mandi, setelah selesai mandi dia segera bersiap-siap memakai pakaiannya karena bibinya pasti sudah menunggunya di meja makan.
Tak berapa lama kemudian setelah selesai, Nabila pun segera menuju ke meja makan.
Dengan matanya yang masih sembab itu dia duduk lesu di samping bibinya.
"Kamu ke rumah Tuan Damian kan hari ini,bibi belum benar-benar sehat.Mungkin besok bibi baru bisa ke sana,"ucap bibinya itu saat Nabila hendak menyuap makanannya.
"Boleh gak kalau aku nggak kesana,Bi.Aku males banget loh,"jawab Nabila.
"Hari ini saja,bibi janji besok bibi akan ke sana,"ucap Bibinya mencoba merayu keponakannya itu.
"Hmm,Oke deh."jawab Nabila.
Nabila akhirnya terpaksa kembali ke rumah Damian karena permintaan bibinya.
Setelah sarapan, Nabila Pun pamit pada bibinya untuk pergi ke rumah Damian menggantikan bibinya.
Walaupun sebenarnya dia sangat malas untuk bertemu lagi dengan Damian.Di perjalanan menuju ke rumah Damian, Nabila berharap dia tak bertemu dengan Damian lagi.
Tak berapa lama kemudian, Nabila pun sampai di rumah Damian.Saat melihat sepupu Damian di depan rumah dia langsung izin masuk kedalam rumah segera agar tak bertemu dengan Damian.
Sesampainya di dalam rumah karena terburu-buru dan tak berhati-hati, Nabila tak sengaja menabrak Damian yang baru keluar dari kamarnya.
Bruuukkk..
"Aduh, sakit."ucap Nabila kesakitan karena terjatuh.
"Makanya jalan itu pakai mata!Masuk ke rumah orang lari-larian kayak maling aja,"ucap Damian kepada Nabila.
"Jalan itu pakai kaki Tuan Damian yang terhormat, bukan pakai mata?!"jawab Nabila yang membuat wajah Damian memerah menahan amarahnya.
Mata Damian melotot melihat ke arah Nabila, tapi hari ini Nabila sudah lebih berani dari kemarin.
Tak ingin kembali sakit hati dengan ucapan Damian, Nabila segera pergi meninggalkan Damian segera menuju ke dapur untuk mengerjakan pekerjaannya.
Mendengar keributan di dalam rumah, David yang adalah sepupu Damian segera masuk ke dalam rumah.
"Ada apa lagi?"ucap David kepada Damian.
"Kenapa wanita itu datang lagi ke sini.Besok aku tidak ingin melihat dia lagi di rumah ini!"jawab Damian dengan suara yang keras.
Ucapan Damian terdengar oleh Nabila, dengan emosi yang masih membara,dia langsung berjalan menuju ke tempat Damian berada.
"Anda tenang saja Tuan Damian yang terhormat, ini adalah hari terakhir saya di rumah anda! Saya juga tidak sudi bertemu lagi dengan anda,"ucap Nabila kepada Damian.
Setelah mengatakan hal itu, kembali ke dapur untuk segera menyelesaikan pekerjaannya dan bisa segera pulang dari rumah Damian.
David yang melihat Nabila dan Damian bertengkar hanya bisa terdiam, tapi kini David sudah mendapatkan ide siapa orang yang akan menjadi calon pengantin pengganti untuk Damian.
Setelah itu Damian segera meninggalkan rumah karena dia sudah tak memiliki selera untuk sarapan lagi.
Tak lama setelah Damian pergi, Nabila yang sudah selesai menyiapkan sarapan segera bersiap untuk pulang.
"Tunggu,"panggil David saat Nabi Hendak pergi.
"Ya,ada apa Tuan?"ucap Nabila.
"Kamu hari ini sibuk gak, Saya ingin membicarakan sesuatu hal yang penting,"jawab David kepada Nabila.
"Tidak,Tuan.Mau ngomong apa, ngomong aja."ucap Nabila kepada David.
"Tapi jangan di sini,kita bicara diluar aja."jawab David.
"Oke,Tuan."ucap Nabila polos.
Sesampainya di luar rumah, Nabila kemudian bertanya.
"Udah di luar ini Tuan.Tadi Tuan mau bicara apa?"ucap Nabila kepada David.
"Maksudnya kayak di kafe gitu loh,bukan di luar rumah kayak gini,"jawab David tersenyum menanggapi kepolosan Nabila.
"Oh, gitu.Maaf saya gak tahu Tuan,"ucap Nabila sambil tersenyum malu-malu.
"Ya sudah,Yuk.Mobil aku di sana,kita pergi sekarang,"jawab David.
Mereka pun segera menuju ke mobil David untuk segera pergi ke tempat tujuan mereka.
Setelah sampai di mobil tanpa membuang-buang waktu,mereka langsung berangkat.
Di perjalanan menuju ke tempat tujuan,tak ada percakapan antara Nabila dan David.Hanya saja sesekali Nabila curi-curi pandang kepada David.
Ternyata dari awal saat Nabila menggantikan bibinya yang sakit, Dia sudah jatuh hati kepada David yang tampan dan juga ramah,berbanding terbalik dengan sikap Damian.
Walaupun ketampanan David masih dibawah Damian, tapi karena keramahan sikapnya membuat Nabila langsung jatuh hati.
Tak berapa lama kemudian, mereka pun sampai di tempat tujuan mereka.
Nabila dan David segera turun dari mobil dan masuk ke dalam kafe tersebut.
Setelah sampai di dalam kafe, David segera mencari tempat yang nyaman untuk mereka mengobrol.
Nabila berpikir jika David mengajaknya pergi karena ingin mengutarakan perasaannya.
Setelah mendapatkan tempat yang menurut David nyaman untuk membicarakan tentang rencananya,dia pun segera memulai pembicaraan tersebut dengan Nabila.
"Begini Nabila, saya ingin kamu untuk membantu Damian,"ucap David membuat Nabila bingung.
"Maksudnya menolong bagaimana Tuan?"jawab Nabila.
"Bulan depan harusnya adalah pernikahannya dengan tunangannya, tapi ternyata tunangannya berkhianat,"ucap David.
"Lalu?"tanya Nabila belum mengerti.
"Kamu bantu jadi pengantin wanitanya,hanya enam bulan saja, setelah itu kamu bisa bebas,"ucap David.
Nabila kecewa mendengar apa yang dikatakan David, padahal Nabila berharap jika David mengajaknya hari ini untuk mengutarakan perasaannya.
"Bolehkah saya pikirkan dahulu?"ucap Nabila.
"Saya mohon, kasihan Damian."jawab David.
"Kenapa bukan dia yang memohon kepada saya, kenapa harus anda?"ucap Nabila kepada David.
"Kalau itu mau kamu,biar saya katakan kepada Damian,"jawab David kepada Nabila.
Nabila hanya diam,tak menjawab ucapan David.
"Kalau tak ada lagi yang dibicarakan, bisa antarkan saya pulang,"ucap Nabila menahan kekecewaannya.
"Ayo, saya antarkan kamu pulang sekarang,"jawab David kepada Nabila.
David segera bangkit dari tempat duduknya, makanan yang dipesan tadi tak jadi mereka nikmati karena mendadak selera makan Nabila hilang mendengar ucapan David.
Karena yang di ucapkan David tak seperti apa yang di harapkan Nabila saat mereka menuju ke kafe dan sampai di kafe tersebut.
Dengan menahan kekecewaannya Nabila diam di dalam mobil David sepanjang perjalanan menuju ke rumahnya.
Di perjalanan menuju ke rumah Nabila, David melihat ekspresi wajah Nabila yang berubah sedih.
"Kamu kenapa? Maaf kalau kamu merasa di paksa, tapi saya tidak tahu harus minta tolong kepada siapa,"ucap David.
"Tidak apa-apa, rumah saya di depan sana,saya turun di sini saja,"jawab Nabila.
Nabila sudah tak kuasa menahan tangisannya jadi dia tak ingin berlama-lama di dekat David.
Dia kecewa karena terlalu berharap kepada David.Nabila berpikir perhatian David kepadanya karena David memiliki perasaan yang sama dengannya.