Satu rumah

1070 Words
Karena tak ingin semakin dibuat kesal oleh Damian, Nabila segera pergi meninggalkan Damian dan langsung masuk ke kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian. Setelah Nabila masuk ke kamarnya,Damian pun kembali duduk di tempat duduknya karena bibi Nabila membawakan dia minuman yang sudah di siapkan di dapur tadi. "Ini minumnya Tuan,apa mau saya siapkan makan juga?"tanya Bibi Nabila kepada Damian. "Tidak usah, saya kesini mau membicarakan sesuatu,"jawab Damian kepada Bibi Nabila. "Apa itu Tuan, katakan saja."ucap Bibi Nabila duduk di sofa yang tak jauh dari Damian. "Saya ingin menikahi Nabila, kemarin saya sudah membicarakan hal ini dengan Nabila dan dia minta saya meminta izin kepada Bibi,"jawab Damian kepada Bibi Nabila. "Saya sih terserah Nabila saja,Tuan.Kalau Nabila setuju saya juga setuju dan restui,"ucap Bibi Nabila kepada Damian. "Kalau begitu, minggu depan acara pernikahan saya dan Nabila akan dilaksanakan,"jawab Damian kepada Bibi Nabila. "Iya,Tuan.Apa saya perlu hadir di sana?"tanya Bibi Nabila. "Ya, tapi jangan berpenampilan seperti asisten rumah tangga,saya akan minta supir mengantarkan pakaian untuk Bibi pakai untuk dipakai saat acara minggu depan,"jawab Damian kepada Bibi Nabila. Tak berapa lama setelah Bibi Nabila dan Damian selesai berbicara, Nabila pun keluar dari kamar dengan menggunakan pakaian yang kemarin di belikan oleh Damian. "Mulai hari ini Nabila akan tinggal di rumah saya,"ucap Damian kepada Bibi Nabila. "Tapi Tuan,apa tidak sebaiknya setelah menikah saja Nabila tinggal di rumah Tuan?"ujar Bibi Nabila khawatir. "Kenapa?"tanya Damian kepada Bibi Nabila. "Karena Tuan dan Nabila belum resmi menikah, takutnya akan jadi omongan orang,"ucap Bibi Nabila. "Kalau begitu hari ini saya akan bawa Nabila ke KUA agar Bibi bisa setuju saya membawa Nabila tinggal di rumah saya,"jawab Damian Kepada Bibi Nabila. "Apa?"Nabila terkejut dengan ucapan Damian yang hari itu juga ingin membawa dia ke KUA. "Kamu gak mau?"ucap Damian Sambil menatap tajam ke arah Nabila seolah mengingatkan ancamannya kemarin. "Maksudnya kenapa gak sekalian minggu depan aja,"jawab Nabila kepada Damian. "Kamu kan dengar alasannya, jadi kamu setuju gak?"ucap Damian Kepada Nabila. "S-setuju deh,"jawab Nabila pasrah. Akhirnya Nabila dan Bibinya pergi bersama Damian ke KUA terdekat. Namun sesampainya di sana,karena persyaratan yang kurang mereka di minta untuk melengkapi berkas dahulu oleh kepala KUA. "Apakah tidak ada cara lain untuk saya bisa menikahi Nabila sekarang agar dia bisa tinggal dengan saya sampai hari pernikahan itu tiba,"ucap Damian Kepada Bibi Nabila. "Caranya adalah menikah siri,Tuan.Tapi setelah itu harus menikah ulang lagi agar pernikahannya resmi,"jawab Bibi Nabila. "Apakah itu bisa menjamin saya dan Nabila bisa tinggal satu rumah tanpa jadi omongan,"ucap Damian Kepada Bibi Nabila. "Ya,Tuan.Tapi kenapa Tuan tidak menunggu saja sampai hari pernikahan itu tiba,bukannya tinggal beberapa hari lagi?"ucap Bibi Nabila kepada Damian. "Saya tidak ingin ada yang berusaha menggagalkan rencana saya ini,"jawab Damian Kepada Bibi Nabila. Mendengar ucapan Damian Bibinya pun hanya bisa setuju karena bibinya berpikir Damian Tulus kepada keponakannya tersebut. Sedangkan Nabila terpaksa setuju karena dia sudah membuat kesepakatan dengan Damian Yang hanya dia dan Damian Yang tahu. Bibi Nabila pun membawa Damian dan Nabila ke tempat seorang yang sejak dulu dipercaya oleh masyarakat setempat untuk menjadi penghulu. Sesampainya di tempat tersebut, setelah Bibi Nabila menceritakan maksud dan kedatangan mereka kepada penghulu tersebut, penghulu tersebut pun setuju untuk menikahkan Nabila dan Damian. Nabila masih bingung dengan Damian yang tiba-tiba meminta segera membawa Nabila ke rumahnya hingga memaksa untuk nikah siri agar keinginan nya terlaksana. Setelah Damian dan Nabila dinikahkan, Nabila yang sedari tadi penasaran dengan maksud Damian Ingin segera membawanya tinggal di rumahnya pun bertanya. "Maaf sebelumnya,aku ingin tahu tujuan Tuan tiba-tiba ingin mengajak saya tinggal di rumah Tuan,"ucap Nabila kepada Damian. "Nanti saya akan beritahu kamu, tapi tidak di sini,"jawab Damian kepada Nabila. Nabila pun hanya bisa bersabar karena jika dia memaksa,dia takkan bisa mendapatkan jawaban karena sudah pasti Damian berubah pikiran dan menolak memberitahukan kepada Nabila alasannya. Setelah itu mereka pun meninggalkan rumah penghulu tersebut, Nabila dan Damian mengantarkan Bibi Nabila ke rumahnya sambil mengambil beberapa pakaian milik Nabila. Bibi Nabila terlihat sedih, walaupun dia bisa bertemu dengan Nabila saat ke rumah Damian, tapi dia sedih karena kini dia harus sendiri di rumah tanpa ada teman lagi. Nabila adalah satu-satunya keluarganya dan kini akan dibawa oleh suaminya yang adalah majikannya. "Bibi jangan sedih, bukannya kita tetap bisa bertemu walaupun tidak satu rumah lagi,"ucap Nabila kepada Bibinya. "Bibi enggak sedih, Bibi hanya terharu karena ternyata keponakan bibi sudah dewasa dan sudah menikah,"jawab Bibinya mengusap air matanya. "Walaupun begitu Nabila tetap keponakan bibi,gak akan berubah,"ucap Nabila sambil memeluk bibinya tersebut. "Kalau begitu kita pamit dulu,Bi."ucap Damian kepada Bibi Nabila. Karena dia tak ingin menjadi penonton adegan sedih antara Nabila dan Bibinya. Semenjak dikhianati oleh kekasihnya, Damian semakin bersikap dingin kepada orang lain,dia juga semakin arogan. Rasa sakit yang dialami karena pengkhianatan orang yang paling dia sayangi membuat rasa empati dalam dirinya menghilang entah kemana. Karena Nabila masih enggan beranjak dari rumah bibinya tersebut, Damian pun terpaksa menarik di tangan Nabila masuk ke dalam mobilnya. Bibi Nabila tak bisa menahan Nabila karena kini dia sudah menikah dengan anak majikannya tersebut. Setelah di dalam mobil, Nabila pun bertanya kepada Damian tentang alasannya ingin membawa Nabila tinggal di rumahnya. Damian yang awalnya ingin merahasiakan tentang sesuatu rahasia yang kemarin dia dengar, akhir harus dia beritahukan kepada Nabila. "Sebenarnya ini karena ada seseorang yang ingin merusak rencana ku,aku tak mau dibuat malu di hari pernikahan ku nanti,jadi aku ingin membuat orang yakin dulu jika kamu itu benar-benar calon istri yang kupilih bukan sekedar istri pengganti,"jawab Damian kepada Nabila. Nabila tak tahu jika sepupu Damian adalah orang yang di maksud oleh Damian.Dibalik wajah teduh David ternyata dia bersekongkol dengan seseorang untuk menjatuhkan harga diri Damian. Selain itu perselingkuhan Clara dengan teman kantornya pun sudah dia ketahui sejak lama.Dia hanya berpura-pura tak tahu dan ingin mengambil keuntungan dengan membuat kesepakatan dengan Clara dan berpura-pura membantu Damian. Sebagai CEO terkenal dan sukses di usia muda tentu saja itu membuat banyak orang iri dengan Damian tak terkecuali keluarganya sendiri. Namun Damian masih tak menyangka jika sepupunya yang sejak kecil mereka tinggal dan besar bersama ternyata punya niat jahat untuk mengambil alih semua yang dia capai dengan susah payah. Karena walaupun anak dari seorang pengusaha konglomerat, Damian mencapai semua kesuksesannya dengan kerja kerasnya sendiri. Sambil bercerita,tak lama mereka pun sudah sampai di depan rumah Damian.Damian meminta Nabila untuk tetap tenang karena dia yang akan memperkenalkan Nabila kepada keluarganya. Namun tak bisa di pungkiri Nabila yang sudah di kenal di rumah tersebut sebagai anak asisten rumah tangga, gugup saat di kenalkan sebagai istri dari Damian yang merupakan Tuan muda di rumah tersebut.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD