"Bila kau merasa tak mungkin, segera lepaskan. Bila kau merasa yakin, tetaplah menunggu." * * * YANG TETAP MENJADI DO'A Firman mengintip ke dalam kamar Salman yang sudah beberapa hari belakangan menghindar dari semua orang. Rasya dan Ardi yang ada di belakangnya pun menepuk pundak Firman. "Gimana??? Akh Salman sedang apa???," tanya Ardi. Firman menoyor kepala Rasya dan Ardi bersamaan. "Sabar!!! Memangnya mataku bisa tembus pandang ke balik pintu??? Aku ngintip dulu..., baru ku kasih info," bisik Firman. "Akh Firman ngintipnya kelamaan...," gerutu Rasya. Firman hanya mengelus d**a untuk menahan rasa kesalnya terhadap Rasya dan Ardi. Ckrekkk!!! Pintu kamar Salman terbuka, dan... Brukkk!!! Firman, Ardi dan Rasya jatuh bersamaan ke lantai. Mereka meringis kesakitan. "Kalian

