Bab 105

2366 Words

Nala bertanya, penasaran dengan sosok yang begitu anggun tersebut. Nada bicaranya begitu wajar, seakan pertanyaan tersebut adalah hal yang paling masuk akal untuk ditanyakan melihat sikap Aira yang begitu berbeda dari pembantu pada umumnya. Apalagi penampilan yang elegan dan kesan tenang itu, membuat Nala diam-diam mengayumi Aira. Ia teringat dengan Yasmin. Ya. Penampilan Aira memang tidak jauh berbeda dengan ibu sahabatnya tersebut. Kania tersentak mendengar pertanyaan itu. Ada sesuatu yang tiba-tiba mengusik pikirannya, sebuah keraguan yang sulit ia jelaskan sendiri. Wanita tersebut menoleh sekilas ke arah Aira yang sudah hampir sampai di pintu dapur, sebelum akhirnya kembali menatap Nala tanpa sempat menjawab. Dadanya berdebar aneh menyadari betapa tepat sasarannya pertanyaan tersebu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD