Bab 149

4768 Words

Pagi hari .... Aira melipat satu per satu kemeja milik Respati yang baru saja selesai ia setrika di kamar utama. Jemarinya yang ramping merapikan setiap bagian kain dengan sangat teliti, memastikan tidak ada lipatan yang tersisa di sana. Aroma harum pelicin pakaian menyeruak pelan, mengisi sudut ruangan yang terasa begitu dingin dan sepi. Meskipun tubuhnya masih terasa lemas dan dadanya dipenuhi kepedihan dari pertengkaran semalam, Aira tetap menjalankan tugasnya tanpa sepatah kata pun. Bagi Aira, menyibukkan diri dengan pekerjaan rumah adalah satu-satunya cara untuk mengalihkan rasa sakit hati yang terus menggerogoti jiwanya. Setelah menyelesaikan tumpukan pakaian tersebut, Aira berjalan menuju vas bunga kristal yang berdiri anggun di atas meja sudut. Bunga-bunga mawar putih yang m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD