Bab 186

4919 Words

Beberapa jam kemudian .... Denting halus gagang pintu berputar. Pintu kayu jati tebal itu terbuka amat pelan tanpa derit sedikit pun. Respati melangkah masuk. Pria itu baru saja menyelesaikan urusan bisnisnya di kota. Jas hitamnya sudah melekat rapi kembali di tubuhnya yang tegap, memancarkan aura dominan yang dingin. Tetapi, langkah kakinya yang mantap seketika terhenti tepat di tengah ruangan begitu pandangannya jatuh pada sosok Aira yang terlelap di atas tempat tidur. Suasana kamar begitu hening, hanya berhias embusan angin dingin yang menerpa kaca jendela besar dari luar. Respati melangkah mendekati ranjang tanpa suara. Pandangannya tidak teralih sedikit pun dari perempuan yang terbaring kaku dalam tidurnya. Selama berada di vila ini, Aira tidak pernah lagi memakai cadarnya di ha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD