Bab 185

4971 Words

Di dalam layar itu, terlihat sebuah ruang ICU sebuah rumah sakit di Jakarta. Di atas ranjangnya, Hanggara terbaring lemas dengan berbagai selang medis dan pendeteksi detak jantung yang menempel di tubuh tuanya. Sosok tua itu tampak begitu rapuh, terbaring dalam ketidakberdayaan setelah kesehatannya mendadak drop parah karena syok mendapat kabar Aira hilang. Sementara itu, dua orang pria berjas hitam bawahan Respati tampak berdiri tegap berjaga di luar pintu kamar. “Kamu pikir saya bertaruh tanpa menyiapkan benteng pertahanan, Aira?” Ucapan Respati yang terlampau lembut itu terasa seperti teror yang siap menghabisinya saat itu juga. Pria itu mengusap sudut bibir Aira yang pucat dengan ibu jarinya. “Opa kaget setengah mati waktu tahu kamu ‘hilang’. Dan, kondisinya tambah memburuk tiap ja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD