Bab 143

4874 Words

Respati menuju ruang kerja di paviliun. Ia membanting pintu itu hingga tertutup rapat. Pria tersebut menyalakan lampu meja, dan langsung duduk di kursi kerjanya. Dengan gerakan cepat penuh ketegangan, ia menyalakan laptop, mengambil kabel data, lalu menyambungkan ponsel Aira ke perangkatnya. Jemarinya menari lihai di atas keyboard. Sebagai pria berpengaruh dengan akses dan keahlian eksekusi yang tinggi, Respati tidak butuh izin Aira untuk meretas isi ponsel tersebut. Ia menjalankan perangkat lunak pelacak, membobol sistem enkripsi, dan menarik seluruh riwayat panggilan, log pesan, hingga koordinat lokasi sinyal yang pernah terhubung dengan ponsel itu. Layar monitor laptopnya memancarkan cahaya biru yang dingin, menampilkan barisan kode dan data yang perlahan terurai. Respati menatap laya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD