Bab 209

4844 Words

Respati menatap Aira sejenak, ekspresinya kembali berubah datar, seolah topeng ketenangan tersebut sudah kembali terpasang rapi menutupi kerentanan yang baru saja terlihat beberapa detik lalu. “Tidak usah memaksakan diri kalau nggak mampu. Daripada bisanya merepotkan orang lain,” sindir Respati tajam. Ia gegas berdiri dan melangkah mundur. “Satu lagi, Aira. Lebih baik kamu cari pria yang benar-benar berguna. Bukan barang bekas yang tidak memiliki kemampuan.” “Maksud kamu ... apa, Mas?” Aira menatap kedua pria tersebut bergantian, kebingungan yang begitu besar mulai menggantikan rasa syok yang sempat menguasainya. “Kenapa kalian berdua ada di sini?” Kallandra menggenggam tangan Aira lebih erat, mengabaikan sementara pertanyaan tersebut, terlalu dipenuhi kelegaan untuk memikirkan penjela

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD