Bab 88

2955 Words

Jari Respati masih tertahan di dekat tali cadar Aira. Ia bimbang, antara melanjutkan atau menarik diri sepenuhnya. Rasa penasaran yang sejak tadi tumbuh membuatnya sulit mengambil keputusan. Namun, sesuatu di dalam dirinya juga menahan sebisa mungkin. Sebuah kesadaran tipis bahwa apa yang hendak ia lakukan bukanlah haknya untuk diambil selagi perempuan itu tidak sadar sepenuhnya. Detik-detik itu terasa panjang. Tangannya masih melayang di udara tanpa benar-benar menyentuh kain tersebut. Ia menatap wajah Aira yang tertidur tenang. Dadanya naik turun teratur mengikuti napas yang dalam, sama sekali tidak menyadari apa yang sedang bergejolak di kepala pria yang duduk di sisi ranjangnya. Tepat ketika keraguan itu mencapai puncaknya, suara pintu kamar tiba-tiba terdengar dibuka dari luar. Gera

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD