Bab 138

4943 Words

Di dalam kamar, Mbak Lina mengusap air matanya, lalu dengan cekatan menyelesaikan tugas merapikan sisa alat lukis dan pamit keluar. Mendengar langkah kaki Mbak Lina yang mendekati pintu, Respati dengan cepat melangkah mundur beberapa tindak, berpura-pura baru saja tiba di depan kamar dengan raut wajah kaku yang dipaksakan tenang. Mbak Lina menunduk hormat saat melewati Respati, sementara pria tersebut hanya memberikan anggukan dingin. Setelah Mbak Lina menghilang di belokan koridor, Respati menarik napas panjang untuk mengatur gemuruh di dadanya lalu melangkah masuk ke dalam kamar Aira. Pria itu masih mengenakan pakaian kerjanya yang rapi. Tatapan matanya yang teduh dan sarat akan kelelahan emosional langsung tertuju pada Aira yang berdiri di samping meja lukis. “Sudah lebih baik?” tan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD