Bab 135 “Semalam Tuan di ruang kerja, Nyah.” Aira hanya terdiam dan menghela napas panjang. Ia kira, Respati pergi bersama Lily. Ternyata pria itu justru mengurung diri di ruang privasinya. “Permisi, ya, Nyah. Saya izin bantu Nyonya buat bersih-bersih.” Aira mengangguk. “Iya, Mba.” Dengan cekatan dan penuh kelembutan, Lina membantu melepaskan pakaian Aira yang lusuh dan robek. Ketika kain itu terlepas, ia menutup mulutnya, menahan tangis melihat kulit mulus sang nyonya berhiaskan jejak-jejak memar kebiruan dan wajahnya yang pucat pasi. Lina perlahan membantu Aira masuk dan berendam di dalam bathtub berisi air hangat. Saat air hangat membalut kulitnya, perempuan itu mengembuskan napas panjang, membiarkan rasa hangat itu perlahan melonggarkan otot-ototnya yang kaku dan meredakan rasa

