Bab136

4946 Words

Dari kejauhan, tepat sebelum tubuh Aira benar-benar limbung ke arah aspal, Respati sempat menoleh sekilas ke arah area parkir. Matanya menangkap sekelebat kekacauan yang terjadi di sana. Ia menyipitkan mata, mencoba memastikan apa yang sesungguhnya sedang berlangsung. Entah kenapa, dadanya seketika mencelos begitu menyadari sosok yang terkulai lemas dalam pelukan Dion adalah Aira. Rahangnya mengeras tanpa sadar. Jemarinya yang tadi santai menggenggam gelas champagne kini mengepal erat. Ia menyaksikan bagaimana Dion dengan sigap menggendong tubuh Aira, memindahkannya ke kursi depan mobil dengan gerakan yang begitu hati-hati. Dion memperlakukan perempuan tersebut seperti sesuatu yang begitu berharga untuk ditangani sembarangan. Sesuatu di dalam dadanya bergejolak liar. Sebuah perasaan asin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD