Pendar cahaya dari layar ponsel pintar milik Malvin mendadak memotong remang sudut kantin fakultas yang riuh. Di antara aroma pekat kopi arabika dan riuh rendah obrolan mahasiswa semester akhir yang mengeluhkan tenggat waktu tugas akhir, layar digital itu menyala terang benderang. Sebuah notifikasi unduhan berkas video berukuran besar yang baru saja dialihkan dari salah satu grup tertutup mahasiswa desain grafis tampil. Grup itu selama ini memang dikenal sebagai poros gosip paling vokal di lingkaran kampus. Aira yang semula sibuk mengaduk jus alpukatnya yang mulai mencair, terpaksa menghentikan gerakan. Ia mengerutkan keningnya tipis, berusaha menepis rasa enggan yang sempat terbesit, kemudian memfokuskan manik matanya pada piksel-piksel gambar yang mulai bergerak dinamis di hadapannya.

