Bab 110

4660 Words

“Banyak tanya.” Respati berdecak kesal. Pria itu menarik sebuah kursi sebagai tempatnya duduk. Ia mengedarkan pandangan lebih dulu, memastikan bahwa tidak ada orang lain selain dirinya dengan Aira. Respati menyibak rok Aira lebih tinggi, kemudian melihat bagian inti istrinya tanpa ragu. “Mas. Jangan--” “Diam.” Respati menekan ucapannya. Dengan gerakan hati-hati, Respati menyentuh bagian tersebut. Sialnya, Aira tidak menggunakan celana pendek maupun panties. Pikirannya yang jernih seketika keruh, dipenuhi berbagai hal yang seharusnya tidak hadir pada waktu pagi seperti sekarang. Bagian itu memang sedikit bengkak. Ada lecet yang mungkin membuat Aira sesekali meringis perih. Sesekali kaki perempuan tersebut menutup cepat saat Respati memperhatikan begitu dalam miliknya. Smeburat mera

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD