Bab 18

4822 Words

Pertanyaan itu menghantam Aira semakin dalam, seolah mendorongnya jatuh ke ruang gelap yang sulit ia hindari. Ingatannya langsung kembali pada kejadian semalam. Semua yang ia lihat di ruang bawah tanah itu masih terasa begitu nyata—terlalu nyata—hingga tubuhnya sendiri seperti kehilangan daya untuk bergerak. Bayangan itu tidak hanya singgah, tetapi menetap, menyesakkan, dan terus berputar tanpa ampun di dalam kepalanya. Kini, semua itu berubah menjadi kepingan-kepingan ingatan yang terus menyerbu pikirannya tanpa jeda. Aira benar-benar dibuat sesak napas. Dadaa perempuan itu terasa penuh, seolah ada sesuatu yang menekan dari dalam, membuatnya sulit berpikir jernih. Eric. Nama itu terus berputar di kepalanya. Tidak ada jeda, tidak ada ruang untuk mengalihkan diri. Nama itu seperti gema ya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD