Bab 211

4935 Words

Kallandra mematung di tempatnya berdiri. Pertanyaan yang baru saja meluncur dari bibir Aira tidak sekadar mengejutkannya, tetapi seolah merobohkan seluruh pertahanan yang selama ini ia bangun di balik sikap dingin dan tenang khas keturunan Hanggara. Udara di dalam kamar yang luas itu mendadak bergeser kaku, menyisakan keheningan yang teramat mengimpit. Lampu kamar dengan cahaya temaran memantulkan binar mata abu-abu Aira yang menatapnya tanpa kedip—sebuah tatapan teduh, tetapi menyimpan ketegasan luar biasa yang menuntut sebuah kejujuran. Di dalam benaknya, riuh kegelisahan mulai bertabrakan. Kallandra ingin bersikap jujur. Sebagai pria yang kini menaruh seluruh hidup dan hatinya untuk Aira, ia sadar betul bahwa menyembunyikan masa lalu hanya akan menanam duri di dalam hubungan mereka.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD