Bab 29

3121 Words

Respati tidak langsung bergerak. Ia tetap berdiri diam di ambang pintu balkon kamar mereka. Kedua tangannya terlipat di depan d.a.da, sementara sorot matanya lurus tertuju pada sosok yang sejak tadi membelakanginya. Angin malam berembus pelan, menerbangkan tirai putih yang menggantung di sisi jendela kamar. Hembusannya menyapu wajah Respati yang masih dihiasi ekspresi kaku dan dingin. Namun anehnya, suasana malam yang sunyi itu justru terasa kalah mencekam dibanding tatapan pria tersebut. Siluet tubuh Aira tampak makin jelas di bawah cahaya rembulan purnama yang menggantung terang di langit malam. Perempuan itu duduk diam di kursi rotan balkon dengan tubuh yang terlihat jauh lebih tenang dibanding biasanya. Di atas pangkuannya, terbaring sebuah gitar akustik berwarna cokelat tua. Jilbab

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD