Bab 28

3026 Words

Di panti rehabilitasi .... Lorong bangunan modern itu tampak lengang pagi ini. Suasana di sana terasa dingin dan menekan, dipenuhi bunyi-bunyi yang terdengar abstrak dari balik beberapa kamar tertutup. Ada suara benda dibenturkan ke dinding, derit ranjang besi yang bergesekan kasar dengan lantai, hingga tawa melengking yang patah-patah dan terdengar tidak wajar. Semua suara itu bercampur menjadi gema yang membuat siapa pun merasa tidak nyaman berada terlalu lama di sana. Respati berjalan cepat menyusuri lorong tersebut. Brian mengikuti beberapa langkah di belakangnya, menjaga jarak seperti biasa. Tatapan Respati lurus ke depan, tetapi pikirannya jauh lebih berisik daripada langkahnya yang terlihat tenang. Tidak pernah terbayangkan olehnya bahwa Amara—adik yang dulu begitu ceria—akan bera

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD