Napas Aira mulai tersengal-sengal. Tenggorokannya terasa seperti ditusuk sekaligus dibakar dalam waktu bersamaan. Panas, gatal, dan sesak itu menyerang begitu cepat sampai membuatnya kesulitan menarik udara, meski sirkulasi di dapur mansion tersebut sebenarnya cukup baik. Perempuan itu refleks memegangi lehernya sendiri. Jemarinya menekan kuat kulit yang mulai memerah, lalu berganti menggaruk dengan gerakan panik karena rasa gatal dan panasnya makin tak tertahankan. Napasnya mulai berbunyi kasar. Pendek. Terputus-putus. Di tengah kondisi yang makin memburuk, tubuh Aira kehilangan keseimbangan. Bahunya membentur sisi meja pantry cukup keras hingga beberapa peralatan kecil di atasnya ikut bergetar. Gelas yang tadi masih ia pegang terlepas begitu saja dari jemarinya. Prang! Bunyi pecahan
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


