Entah kenapa, jawaban Aira membuat hati Respati tercekat. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa perasaannya akan berkecamuk seperti ini. Sebuah gejolak asing yang sulit ia jelaskan bahkan pada dirinya sendiri. Apalagi melihat sorot mata istrinya yang tidak goyah sedikit pun, tatapan tenang Aira justru membuat dadanya makin sesak oleh berbagai pertanyaan yang belum terjawab. Belum sempat Respati menyusun kalimat untuk membalas, suara ponsel berdering terdengar dari dalam tas Lily yang tergeletak di sofa. Perempuan tersebut segera menariknya keluar. Matanya berbinar begitu melihat nama “Papa” tertera jelas di layar ponselnya. Jarinya menggeser panel warna hijau di layar. “Halo, Pa!” Lily menjawab panggilan tersebut dengan suara riang. Senyum lebar terpasang sempurna di wajahnya. “Halo, N

