"Ngobrol apa sama Mas Danu?" tanyaku ketika wanita itu masukkan aku telah menunggunya di depan pintu dapur. "Tidak semua yang saya obrolkan harus saya laporkan kepada Anda, nyonya," katanya dengan nada santai Aku salut dengan keberanian dan kearoganan wanita satu ini, seolah-olah ia punya posisi yang bisa menegaskan bahwa ia boleh bersikap demikian dalam rumah ini. "Rupanya seorang asisten bisa bersikap begitu arogan terhadap tuan rumah," kataku dengan tatapan meneliti sesuatu dari wajahnya. "Saya menangkap bibit ketidaksukaan dan permusuhan dimata Anda Nyonya." Ia membalas tatapan tajamku. "Kurasa kau tahu sendiri siapa yang menebar benih kebencian itu lebih dahulu. Aku ingin semuanya baik-baik saja dan damai dalam rumah ini, namun jika sesuatu yang tidak nyaman terjadi ... semua or

