Jasmine menatap ke arah Jian saat tiba-tiba Medi Menghadang langkah mereka, Jasmine ingin tahu reaksi seperti apa yang akan Jian berikan pada wanita dengan senyum nakal di hadapannya
“Kenapa kau mengabaikanku?" Tanya Medi sambil melipat kedua tangannya di depan d**a seolah tidak suka dengan perlakuan Jian yang mengabaikannya tadi siang bahkan medi menunggu Jian sampai jam 2 siang namun masih tetap tidak ada kabar dari Jian yang kini menatapnya dengan tatapan datar sedangkan Jasmine hanya terdiam menunggu reaksi dari suaminya tersebut
"Maafkan saya tapi tidak ada alasan bagi saya untuk mengabaikan seseorang yang memang jika terlalu dekat dengan saya apalagi dengan tiba-tiba memberikan sebuah janji saya termasuk orang sibuk untuk mengurusi beberapa pekerjaan di perusahaan "ucap Jian membuat medi terdiam dengan bahasa formal yang Jian gunakan berbeda ketika pertemuan terakhir mereka yang terlihat santai membuat medi semakin mengerut kesal sedangkan senyum mengembang di bibir Jasmine melihat Jian yang mengabaikan medi yang terang-terangan menunjukkan rasa sukanya
" kau bahkan menggunakan bahasa formal padaku sekarang” ucap Medi sambil melangkah mendekat kearah Jian mengabaikan tatapan tidak suka dari Jasmine yang seperti ingin langsung menusuknya menggunakan tetapannya tersebut, Medi kemudian mengulurkan tangannya dan mengelus d**a bidang Jian
“ apa kau lupa bahwa kita pernah saling b******u satu sama lain " ucap medi membuat Jasmine tidak tahan untuk menarik tangannya agar lepas dari bahu Jian
" Sepertinya kau tidak tahu sopan santun Apa kau tidak lihat dengan siapa Jian Datang Malam ini, dia adalah partnerku di pesta ini jadi Berhentilah untuk bersikap memalukan seperti ini dan lepaskan tanganmu ini dari bahunya "ucap Jasmine sambil menepis tangan Medi membuat Medi akhirnya menatap kearah Jasmine yang sedari tadi dia abaikan
" Oh Jess sikapmu itu terlalu over protektif untuk sekretaris mu itu apa jangan jangan kau memaksanya untuk menjadi partner mu ke pesta ini, Sepertinya Jian akan memilih pilihan lain Jika kau tidak memaksanya "ucap Medi dengan percaya dirinya bahwa Jian mungkin akan memilih wanita lain selain Jasmine
" Benarkah aku tidak peduli apapun yang kau pikirkan meskipun kau melihat nya sebuah pemaksaan tapi itu tidak merubah apapun bahwa Jian adalah partner ku malam ini jadi jangan pernah mendekat ke arahnya atau jangan-jangan Kau terlalu malu datang ke pesta ini seorang diri atau hanya laki laki tua itu saja yang menemani dirimu itu” ucap Jasmine menatap kearah Medi dengan tatapan iba
"ckckck gadis yang malang "lanjut Jasmine sambil mengelus Puncak kepala medi membuat medi langsung menepisnya dengan kasar Medi sepertinya sudah terpancing emosi oleh tindakan Jasmine yang kini menatap dengan tatapan meremehkan
" sepertinya kau sangat senang sekali malam ini apa karena kau akan bertemu Austin malam ini? "Tanya Medi membuat senyum Jasmine langsung luntur dan tubuhnya membeku mendengar nama laki-laki yang baru saja Medi lontarkan dengan senyum yang kini merekah di bibirnya Ternyata satu nama laki-laki itu bisa membuat senyum bahagia di wajah Jasmine luntur begitu saja membuat medi semakin bersemangat untuk terus memojokkannya dan sepertinya Jian mengetahui perubahan ekspresi dari Jasmine dengan cengkeraman pada lengannya yang mengerat membuat Jian menatap kearah Jasmine yang terdiam
“Apa kau tidak tahu bahwa Austin sudah kembali ke negara ini? "Tanya Medi kembali membuat Jasmine masih diam tanpa menjawab sepatah kata pun perkataan dari Jasmine
" kau bahkan tidak berkata apa-apa saking senangnya karena Austin kembali Sebenarnya aku bingung menyebutnya itu mantan sahabat atau mantan Kekasihmu tapi, asal kau tahu saat kami pertama kali bertemu yang dia tanyakan adalah ‘ apa dia baik-baik saja?’ ” Ucap Medi menirukan pertanyaan yang dilontarkan padanya membuat Jasmine mengepalkan tangannya kemudian memaksakan senyumnya kembali Terukir di bibirnya meskipun akan terlihat canggung namun Jasmine ingin terlihat lebih baik di hadapan medi
“ Benarkah, Iya sepertinya sudah lama dia menghilang dari negara ini dan tiba-tiba saja kembali "ucap Jasmine membuat medi tersenyum meremehkan kepadanya
"kau terkejut tentu saja bukan dan apa kau tahu kalimat yang dia tanyakan padaku itu ditujukan untuk mu atau untuk__"
“ hentikan omong kosongmu apa kau tidak mempunyai lawan bicara lain selain mengganggu kami karena kami masih mempunyai urusan yang lain jadi lebih baik kau menyingkir dari hadapan kami "potong Jasmine dengan cepat membuat Medi malah mengeluarkan tawa renyahnya meskipun malam ini Medi gagal untuk mendekati Jian tapi dia mempunyai satu kemenangan yang bisa membuat senyumnya merekah hanya dengan menyebutkan nama Austin membuat kebahagiaan Jasmine sepertinya menghilang membuat medi akhirnya membiarkan Jasmine dan juga Jian berlalu melewatinya Jian kemudian membawa Jasmine duduk di salah satu meja yang kosong
"kau ingin makan sesuatu?" Tanya Jian membuat Jasmine mengerjapkan matanya beberapa kali untuk kembali fokus pada dirinya dan juga Jian
"tidak aku hanya membutuhkan minum "ucapkan Jasmine membuat Jian menganggukkan kepalanya
"Tunggulah sebentar di sini aku akan mencarikan minum untukmu" Ucap Jian setelah itu beranjak dari duduknya sedangkan Jasmine kembali terdiam mengingat kata-kata Medi yang baru saja dia lontarkan, Jasmine bertanya-tanya Apakah benar Austin sudah kembali ke negara ini setelah beberapa tahun ini membuatnya tenang Jasmine kemudian mencengkeram dadanya dengan kuat tiba-tiba dadanya bergemuruh ketika mengingat kembali nama laki-laki itu bahkan keringat mulai turun membasahi pelipisnya padahal ruangan yang kini dia tempati jauh dari kata panas tapi entah kenapa dadanya semakin sesak dan dirinya merasa sangat gerah membuat Jasmine tidak nyaman duduk di tempatnya sampai saat ini sampai sebuah elusan pada baunya menghentakkan Jasmine, Jasmine menatap kearah Jian yang kini tengah mengeluarkan segelas minuman padanya
"kau baik-baik saja " tanya Jian membuat Jasmine menganggukkan kepalanya setelah itu mengambil dengan cepat minuman yang ada di hadapan nya.
“Sepertinya kau tidak baik-baik saja apa kita pulang saja? "Tanya Jian membuat Jasmine terdiam sejenak sebelum menganggukkan kepalanya
“ ia sepertinya aku kurang enak badan lebih baik kita pulang" ucap Jasmine yang menyetujui usulan dari Jian, padahal beberapa menit yang lalu dia baik-baik saja dan ingin menikmati pesta malam ini tapi dengan kedatangan Medi membuat semua rencananya benar-benar hancur, medi malah membuat dirinya mempunyai mood buruk membuat Jasmine terus mengepalkan tangannya sedari tadi yang sudah berkeringat.
Jian kemudian membukakan pintu mobil untuk Jasmine sebelum dirinya memutar mobil tersebut dan ikut masuk, di sepanjang perjalanan Jian melihat kearah Jasmine yang duduk dengan gelisah Jian tahu ada sesuatu yang Jasmine pikirkan setelah Apa yang di katakan oleh Medi membuat Jian pun tidak berani untuk menanyakannya Jian hanya bisa melepaskan jas nya kemudian menyampirkannya kepada Jasmine
"ini sangat ingin dan kau akan merasa semakin tidak enak badan jika membiarkan tubuh terbuka mu itu terkena Angin Malam "ucap Jian memberikan perhatian kepada Jasmine membuat Jasmine tersenyum tipis kepada Jian
"Terima kasih" jawab Jasmine membuat Jian hanya menganggukkan kepalanya, saat ini mungkin Jian hanya akan diam tapi tidak menutup. Kemungkinan dia akan mencari tahu tentang orang bernama Austin itu.