Husband 31

1057 Words
Setelah pulang dari pesta yang mereka lalui dengan begitu cepat membuat Jian pun akhirnya memutuskan untuk pergi ke galeri seni dia sudah mengganti setelan jas nya menggunakan setelan yang lebih Santai dengan jaket kulit yang kini melekat di tubuhnya membuat Jian siap untuk pergi yang kemudian membuka pintu kamarnya namun langkahnya terhenti ketika melihat Jasmine yang juga baru saja keluar dari dalam kamarnya hanya dengan menggunakan sweater yang menutupi tubuhnya sebatas lutut  " kau akan pergi keluar? "Tanya Jasmine membuat Jian menganggukkan kepalanya " ke mana,? Bukankah ini sudah malam? "Tanya Jasmine kembali sambil berjalan mendekat ke arah Jian memperhatikan penampilan nya yang terlihat sangat berbeda “aku ada beberapa Janji temu dengan teman-temanku mungkin akan pulang larut malam jadi  tidak perlu menungguku, lebih baik kau istirahat saja sekarang"ucap Jian membuat Jasmine terdiam, Jasmine kemudian menatap kearah jendela besar yang berada tidak jauh dari mereka, di luar hujan deras dan kadang-kadang petir menyambar membuat Jasmine kembali menatap ke arah  Jian “ tapi di luar sedang hujan deras kau yakin akan bertemu dengan temanmu?” Tanya Jasmine membuat Jian menganggukkan kepalanya " kami sudah berjanji bertemu dari beberapa minggu yang lalu jadi ini tidak bisa dibatalkan hanya dengan turunnya hujan "jawab Jian membuat Jasmine hanya bisa menarik ujung sweater yang dia kenakan  dan  Jian tahu Jasmine memiliki sesuatu yang ingin disampaikan terlihat dari gelagat nya yang terlihat gugup semenjak kepulangannya dari pesta  " Apa kau baik baik saja? " Tanya Jian sambil mengulurkan tangannya dan mengelus sisi wajah Jasmine membuat Jasmine mendongak menatap ke arah Jian “  Bisakah kau tidak pergi menemui teman-temanmu? "Tanya Jasmine membuat gerakan tangan Jian pada sisi wajah Jasmine terhenti " Kenapa apa terjadi sesuatu? " Tanya Jian karena masih merasa heran dengan perubahan sikap Jasmine yang tidak biasanya setelah pertemuannya dengan Medi, setelah pulang dari pesta Jian sudah menyuruh Alpha untuk menyelidiki tentang seseorang bernama Austin dan kepergian Jian kali ini ke galeri seni untuk mendengarkan secara langsung penjelasan dari Alpha selain untuk memeriksa lukisan-lukisan yang mungkin saat ini sudah tiba di galeri seni nya. namun melihat keadaan Jasmine yang sepertinya terlihat sangat gelisah membuat Jian sepertinya akan mengurungkan niatnya " aku hanya merasa sedikit tidak bersahabat dengan hujan deras di luar sana "ucap Jasmine yang seperti seolah mencari alasan untuk menghentikan kepergian Jian “kau ingin aku menemanimu? "Tanya Jian kembali membuat Jasmine menggangguk dengan lemah  "itu pun jika kau tidak keberatan tapi jika janji temu mu tidak bisa dibatalkan kau bisa pergi, aku akan menyuruh Elsa untuk menemaniku di kamar " ucap Jasmine membuat Jian pun menatap manik matanya yang terlihat sendu Entah kenapa sorot mata itu sekarang terlihat sangat mengkhawatirkan di mata Jian membuat Jihan akhirnya menghembuskan nafas panjangnya  "Baiklah Lebih baik aku saja yang menemanimu aku akan berbicara pada teman-temanku bahwa aku tidak akan datang" ucap Jian membuat Jasmine langsung mendongak dan menatapnya dengan penuh keyakinan "kau yakin?" Tanya Jasmine memastikan membuatkan Jian menganggukkan kepalanya "lebih baik sekarang kau istirahat Aku akan menemanimu di kamar" ucap Jian membuat Jasmine pun akhirnya mengangguk dengan lemah meskipun Jasmine merasa tidak enak hati karena sudah menggagalkan rencana Jian untuk bertemu dengan teman-temannya tapi Jasmine merasa Jika hati kecilnya ingin ada seseorang yang kini menemaninya dan tentu saja orang yang bisa dia minta tolong adalah Jian. Jian kemudian menarik selimut sampai menutupi tubuh Jasmine sebatas d**a membuat Jasmine terdiam melihat Jian yang kini tengah duduk di Sisi tempat tidurnya  " Apa teman-teman mu tidak akan marah? "Tanya Jasmine membuat Jian menggelengkan kepalanya " mereka akan mengerti “ ucap Jian, Jasmine kemudian meluruskan pandangannya menatap kearah langit-langit di atasnya sedangkan Jian hanya fokus pada wajah Jasmine “apa terjadi sesuatu, Apa yang kau pikirkan?” Tanya Jian  mencoba untuk mengorek informasi dari Jasmine sendiri meskipun Jian yakin bahwa Jasmine tidak akan sepenuhnya mengatakan apa yang sedang dia rasakan “ aku tahu kau sedikit terganggu dengan perkataan yang medi katakan Meskipun aku mungkin memang tidak ada hak untuk mengetahui seseorang yang bernama Austin itu yang  sangat mengganggu mu saat ini  "lanjut Jian kembali membuat Jasmine kembali menatap ke arah nya seperti yang Jian katakan  Jasmine terdiam dengan waktu yang begitu lama sebelum menjawab pertanyaannya terdapat Austin kami dulu berteman " ucap Jasmine memberi jeda pada kalimatnya seolah membayangkan sosok Austin yang katanya pernah menjadi temannya tersebut “ tapi tiba-tiba dia menghilang berpindah ke negara lain tanpa memberitahu sedikit pun " Lanjut Jasmine kembali membuat Jian terdiam tanpa merespon perkataan Jasmine dia hanya mendengarkan apa yang ingin Jasmine sampaikan  "Aku hanya sedikit terganggu dengan berita kembalinya yang juga sama mengagetkannya ketika dia pergi dengan tiba-tiba dan kini muncul dengan tiba-tiba, mungkin bisa d bilang sedikit terkejut" ucap Jasmin sambil mengulas senyum yang dipaksakan kepada Jian seolah ingin mengatakan bahwa dia baik-baik saja dan tidak perlu khawatir “ Apa hanya itu? "Tanya Jian membuat Jasmine mengangguk lemah  “Ya hanya itu" jawab Jasmine meskipun Jian ragu dengan semua penjelasannya namun Jian memilih untuk mempercayainya saja, Jian kemudian semakin merapatkan selimut pada tubuh Jasmine "ini sudah malam Lebih baik kau segera istirahat bukankah kau tidak enak badan" ucap Jian membuat Jasmine menarik dan menggenggam erat selimut pada bagian d**a nya  “ kau berjanji tidak akan ke mana pun sampai aku terlelap? "Tanya Jasmine memastikan membuat Jian menganggukkan  kepalanya " aku tidak akan meninggalkanmu bahkan sampai kau kembali membuka mata di pagi hari aku akan berada disisimu "ucap Jian yang membuat hati Jasmine menghangat hanya karena mendengarkan ucapan dari Jian yang tidak akan pernah meninggalkannya membuat Jasmine perlahan mulai memejamkan matanya sedikit demi sedikit rasa gelisah di hatinya memudar ketika merasakan aroma Jian masih melingkupi dirinya dan dengan perlahan Jasmine terbawa ke alam mimpi saat elusan lembut pada puncak kepalanya Jasmine rasakan, Jasmine merasa akan membuat tidurnya semakin nyenyak malam ini dan selain itu Jasmine juga bisa merasakan tangannya yang digenggam erat membuat Jasmine tersenyum dalam tidurnya Jasmine berharap Jian benar-benar ada di hadapan nya  saat dia membuka mata di pagi hari meskipun Jian hanya mengatakannya sebagai kata-kata penghibur tapi Jasmine benar benar   mengharapkannya. sedangkan Jian hanya menatap datar wajah istrinya yang kini telah terlelap dengan nyenyak dihadapannya, Jian benar-benar tidak tahan mendengar semua penjelasan dari Jasmine sebelumnya Jian bukanlah bodoh dia tahu Seberapa penting seorang Austin bagi Jasmine sehingga bisa membuatnya segelisah itu membuat Jian akhirnya merogoh ponselnya untuk segera menanyakan kepada Alpha Apakah dia sudah mencari tahu tentang seseorang bernama Austin yang kini mengganggunya pikiran nya itu. 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD