Husband 32

1087 Words
Perlahan Jian menjauhkan tangan nya dari sisi wajah Jasmine yang sedari tadi di elus dengan lembut setelah itu menatap ke arah jam yang menunjukkan pukul sebelas malam membuat Jian akhirnya berdiri dari duduknya kemudian berjalan hendak keluar dari kamar Jasmine sebelum sesaat menatap ke arah Jasmine yang masih terlelap dengan nyenyak. Jian kemudian terus berjalan melewati pintu kamarnya dan langsung menuruni anak tangga dengan sedikit mempercepat langkah nya, Jian kemudian langsung menuju garasi dan masuk ke dalam mobilnya sambil merogoh ponselnya untuk menghubungi seseorang "Alpha bagaimana yang aku suruh kan tadi,? " Tanya Jian sambil menancap gas mobil nya " Sudah saya dapatkan Tuan" Jawab Alpha " Bagus kalau begitu, aku sedang dalam perjalanan ke galeri" Ucap Jian setelah itu langsung mematikan sambungan telepon nya tanpa menunggu jawaban dari Alpha setelah itu semakin memacu mobil nya membelah jalan malam Jian langsung berjalan seperti biasa lewat pintu belakang galeri kemudian langsung bertemu Alpha yang mengikuti langkahnya menuju ruang kerja Jian " Bagaimana tentang kedatangan lukisan,? " Tanya Alpha " Semua lancar Tuan semua lukisan sudah terpajang sesuai ke inginan tuan” jawab Alpha membuat Jian menghentikan langkahnya membuat Alpha pun melakukan hal yang sama " Kalau begitu lebih baik kita melihat lukisan lukisan itu terlebih dahulu" Ucap Jian yang kini membelokkan langkahnya menuju ruangan dimana lukisan lukisan yang baru saja datang tadi sore ke galeri seni miliknya, Jian menatap lekat lekat lukisan di hadapan nya kemudian diam sejenak sebelum kembali bersuara "Bagai mana penyelidikan nya,? "Tanya Jian membuat Alpha langsung memberikan beberapa foto dan selembar kertas  pada Jian, Jian melihat beberapa foto laki kaki beserta datanya " Dia satu sekolah dengan Nyonya saat sekolah menengah atas dan mereka sangat dekat “jelas Alpha   " Sangat dekat,? " Tanya jian membuat alpha menganggukkan kepalany " Begitu informasi yang saya dapat, mereka bershabat sangat dekat bahkan ada beberapa ornag yang mengatakan mereka sempat menjalin hubungan" Jelas aloha kembali  membuat jian langsung melihat foto terakhir yaitu foto austin dan Jasmine yang memang terlihat sangat jekas   " Lalu,? " Tanya Jian kembali   "Hubungan mereka kemudian berakhir begitu saja saat Sekolah mereka hendak berakhir karena Austin menjalin hubungan dengan wanita lain bernama Fiona" Jekas aloha membuat Jian langsung berbalik menatap ke arah Aloha   " Fiona melisa,? " Tanya Jian memastikkan membuat alpha menganggukkan kepalanya, sekarang jian tahu dari mana asalnya rasa tidak suka dari jadmine kepada fiona saat pertama kali merek abertemu ternyata ada hubungan rumit seperti ini di antara mereka  pikir jian   " Selain itu apa lagi yang kau dapatkan,? " Tanya Jian " Ternyata Austin yang mengirimkan bunga lili yang beberapa hari lalu selalu nyonya dapatkan" Ucap Alpha membuat rahang Jian mengeras, Jian tidak tahu apa maksud dari Austin yang kini mengirimkan bunga kepada istrinya bukan kah yang harusnya dia kirimi itu Fiona atau dia mengirimkan untuk keduanya pikir Jian membuatnya berdecih meremehkan tipe laki laki playboy seperti Austin Beberapa jam kemudian Jasmine mulai terusik dari tidurnya ketika kerongkongan nya terasa sakit dan tubuhnya terasa panas membuat nya bergumam di dalam tidurnya, Jasmine rasanya sulit sekali untuk membuka matanya membuatnya hanya bisa merengek dan detik berikutnya Jasmine merasakan usapan lembut pada pelipisnya "Mine" Ucap seseorang yang mengalun dengan lembut membuat Jasmine mencoba kembali membuka matanya dan yang pertama dia lihat adalah Jian yang menatap nya dengan khawatir setelah itu matanya kembali tertutup, Jasmine merasakan jika matanya sangat lah lelah " Badan mu panas, kau merasa sakit,? tanya Jian kembali  membuat Jasmine hanya bergumam " Bukalah matamu" Ucap Jian kembali membuat Jasmine memaksakan kembali tenaganya melihat Jian yang kini sudah berada dekat dengan nya " Apa yang kau rasakan,? " Tanya Jian " Aku haus" Ucap Jasmine dengan suara lemah nya membuat Jian langsung membantu Jasmine untuk menegakkan tubuhnya dan membantunya untuk minum, Jian bisa merasakan tubuh Jasmine yang begitu panas, Jian yakin bahwa istrinya tersebut pasti terkena demam. " Sepertinya kau demam, " Ucap Jian yang kini kembali membantu Jasmine tidur " Aku hanya lelah" Jawab Jasmine " Tidak suhu tubuhmu tinggi" Ucap Jian kemudian berjalan ke sudut ruangan mengambil kotak obat dan mengeluarkan termometer untuk memastikan suhu tubuh Jasmine dan dugaannya ternyata benar suhu tubuhnya sangat tinggi " Lihat lah kau benar benar demam" Ucap Jian membuat Jasmine hanya bergumam membuat Jian langsung mencari obat penurun panas dan langsung meminumkan nya kepada Jasmine dan saat Jian hendak kembali beranjak dari sisi Jasmine tiba tiba Jasmine malah mencengkeram baju yang Jian kenakan membuat Jian kembali terduduk " Tetaplah disini” gumam Jasmine kembali membuat Jian terdiam sambil memperhatikan wajah lemah Jasmine terlihat bulir keringat melewati pelipisnya sepertinya Jasmine sedang mengigau membuat Jian perlahan melepaskan cengkeraman Jasmine yang Malah semakin menguat “Istirahatlah Aku tidak akan kemana-mana" ucap Jian namun Jasmine tidak menjawabnya dan hanya nafasnya yang teratur yang Jian lihat, Jian pun memutuskan untuk diam disisi Jasmine yang kini mulai kembali terlelap beberapa jam Jian menunggu sampai suhu tubuh Jasmine kembali turun yang akhirnya membuat Jian menghembuskan nafas lega nya karena demamnya tidak berkepanjangan, Jian kemudian mengalihkan pandangannya pada jam yang melingkar di pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul 3 pagi membuat Jian langsung menguap badannya sedikit lelah karena melewati malam yang cukup panjang setelah kepergiannya ke pesta Jian pun harus pergi ke galeri seni sebelum kembali menemui Jasmine Karena dia sudah berjanji tidak akan meninggalkan Jasmine dan keputusannya sepertinya benar karena Jian menemukan Jasmine dalam keadaan sakit seperti ini dia tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya karena matanya benar-benar sangat berat dan memilih untuk memejamkan nya sejenak namun hal tersebut tidak akan lama  ketika esok paginya Jasmine mulai merasa jika tidurnya benar-benar sangat nyaman dengan aroma yang sangat familiar membuat Jasmine membuka matanya perlahan dan setelahnya Jasmine benar-benar membulatkan matanya ketika Jasmine menyadari bahwa dia tidur di dalam pelukan seseorang membuat Jasmine langsung mendongakkan wajahnya menatap kearah Jian yang masih terlelap dengan dengkuran halus nya,bahkan Jasmine mencengkeram baju yang dia kenakan sedangkan Jian memeluk pinggangnya dengan erat membuat degup jantung Jasmine berpacu dengan cepat saat itu juga Jasmine terdiam untuk sesaat kembali menatap kearah wajah Jian yang kini berada sangat dekat dengannya memperhatikan setiap inci mata, hidung dan juga bibir suaminya tersebut. setelahnya Jasmine kembali menurunkan pandangannya Entah kenapa Jasmine malah enggan untuk melepaskan pelukannya dan Malah semakin menempelkan tubuhnya Jasmine menempelkan Sisi wajahnya pada d**a bidang Jian mendengarkan detak jantung Jian yang berdetak dengan ritme yang tenang membuat Jasmine kembali memejamkan matanya dengan terus ditemani oleh suara detak jantung Jian yang terasa tenang , pelukan hangat Jian  pun yang kini melengkapi tubuhnya membuat Jasmine enggan untuk menjauh sampai gerakan dari Jian membuat Jasmine kembali memejamkan matanya dengan erat. 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD