Husband 07

1107 Words
Jasmine kemudian mulai mengulurkan tangannya untuk mengetuk pintu kamar Jian namun setelah beberapa kali dia mencoba tidak ada  jawaban dari kamar tersebut membuat Jasmine berdiri dengan gelisah  "apa dia baik-baik saja" gumam Jasmine kembali setelah itu mencoba untuk terakhir kalinya jika Jian masih belum membuka pintunya Jasmine akan langsung masuk itulah yang ada di pikiran Jasmine saat ini. Jasmine kemudian menarik napas panjang nya ketika usaha terakhirnya pun tidak membuahkan hasil setelah itu mulai menarik handle pintu yang ternyata memang tidak dikunci, Jasmine menatap kearah kamar Jian tetapi Jasmine tidak melihat keberadaan Jian di mana pun hanya tempat tidur yang kosong dan juga beberapa buku yang masih terlihat berserakan di atas tempat tidurnya membuat Jasmine kemudian berjalan mendekat kearah Sisi tempat tidur mengambil buku-buku tersebut dan mulai merapikannya namun detik berikutnya terdengar suara pintu terbuka membuat Jasmine langsung berbalik dan saat itu juga tubuhnya langsung membeku ketika melihat Jian yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya. Namun bukan itu yang membuat Jasmine Diam Terpaku Masih betah memandang ke arah depannya tapi bagian tubuh Jian yang terekspos dengan jelas, rambutnya yang basah yang menitikkan air mengalir melewati tubuh kekar nya yang  membuat Jasmine tidak bisa berkata apa pun, sama halnya dengan Jasmine Jian pun terdiam sambil menyipitkan matanya sambil menatap kearah Jasmine  "Maaf aku terlambat bangun, Apa kau sudah menungguku?" Tanya Jian membuat Jasmine hanya terdiam melihat Jian berjalan ke arahnya dan dari jarak yang Lumayan dekat baru pertama kali Jasmine bisa melihat wajah Jian tanpa kacamata, ternyata dia mempunyai bola mata hijau terang yang sangat indah yang selalu dia bingkai menggunakan kacamata tebalnya " aku benar-benar minta maaf "ucap Jian kembali membuat Jasmine akhirnya tersadar sambil mengerjapkan matanya beberapa kali barulah Jasmine mengalihkan pandangannya ke arah lain m, untuk beberapa saat suaminya tersebut benar-benar sudah mengalihkan pikirannya dan Jasmine tidak menyangka akan melihat Jian dalam kondisi seperti ini yang sangat berbeda jauh dengan setelan kerja yang selalu dia lihat setiap harinya "tidak Cepatlah berpakaian, Aku akan menunggumu di bawah" jawab Jasmine dengan cepat setelah itu buru-buru melangkahkan kakinya keluar dari kamar Jian sedangkan Jian menatap pintu kamarnya yang tertutup dengan alis mengerut dan kemudian mengalihkan pandangannya ke atas nakas untuk mencari kacamatanya setelah itu mulai memakainya barulah pandangan Jian terlihat jelas dan melihat beberapa buku masih berada di atas tempat tidurnya Selain itu pakaian tidurnya Semalam masih berserakan di atas lantai " apa gara gara Dia melihat kamar ku yang berantakan seperti ini "pikir Jian menyangka jika Jasmine tidak suka melihat kamarnya yang berantakan sedangkan di luar kamar nya Jasmine memegang dadanya yang berdegup dengan kencang “ apa yang aku lihat tadi,? apa dia benar-benar Jian yang aku kenal "gumam Jasmine Sambil mencoba untuk memikirkan Jian  membandingkan antara Jian yang baru saja dia lihat dengan Jian yang selalu memakai kacamata dan juga berpenampilan rapi “ Bagaimana bisa dua orang yang berpenampilan beda itu benar-benar satu orang yang sama, Kenapa bisa dia menyembunyikan pesonanya seperti tadi, Bukankah biasanya laki-laki selalu tebarpesona dengan wajah tampan dan tubuh atletisnya itu " lanjut Jasmine kembali yang secara tidak langsung sudah memuji suaminya tersebut. Jasmine kemudian kembali menatap kearah belakangnya dimana kamar Jian berada sebelum menghembuskan nafas panjangnya dan melanjutkan langkahnya untuk kembali Turun ke bawah dan menuju meja makan dia harus segera minum air untuk meredakan degub jantungnya yang tidak kunjung membaik " Apa Anda baru saja berlari? " tanya Elsa melihat Jasmine langsung meneguk segelas air sampai tandas ketika dia duduk di kursinya “tidak aku hanya sedikit merasa syok” jawab Jasmine setelah itu mulai kembali menunggu Jian yang turun beberapa menit setelah dirinya, Jian kemudian menarik kursi di hadapan Jasmine dengan penampilan seperti biasa yang sebelum-sebelumnya Jasmine lihat, pakaian kantor yang rapi, rambut yang disisir dengan rapi juga dan juga kacamata yang bertengger di Pangkal hidungnya berbeda jauh sekali dengan beberapa menit yang lalu saat dia lihat di kamarnya “Maafkan aku tapi hari ini kita akan benar-benar terlambat "ucap Jian merasa bersalah membuat Jasmine hanya menggelengkan kepalanya " tidak apa lagi pula kita tidak terlalu banyak memakan waktu jika kita cepat menyelesaikan sarapan kita "jawab  Jasmine kemudian teringat perkataan Elsa jika semalam Jian datang dengan keadaan yang basah kuyup " Apa kau baik-baik saja? "Tanya Jasmine membuat Jian yang tengah menyantap sarapannya terhenti dan menatap istrinya tersebut “aku baik-baik saja, hanya semalam merasa sedikit demam tapi aku sudah meminum obat untuk itulah aku terlambat bangun mungkin karena pengaruh obatnya" jawab Jian membuat Jasmine hanya menganggukkan kepalanya “syukurlah kalau begitu, aku tidak ingin terjadi apapun kepadamu karena jika tidak ada kau di kantor mungkin aku akan sedikit kesulitan dan membutuhkan bantuanmu, kau tahu bukan aku sedikit sulit untuk menyesuaikan pekerjaan yang saat ini aku pegang l, lagi pula banyak dokumen yang harus kita bahas nanti di kantor” “Tenang saja keadaanku sudah cukup membaik dari semalam" jawab Jian Setelah itu mereka Langsung melanjutkan sarapannya sebelum benar-benar pergi ke kantor dan benar perkiraan Jian mereka Terlambat untuk beberapa menit namun itu tidak berarti apa-apa bagi seorang pemilik perusahaan dan bawahan mereka tidak akan menyadari keterlambatan mereka yang hanya beberapa menit saja. Jasmine langsung menuju ruangannya begitu pun dengan Jian yang mengikuti Jasmine untuk meletakkan beberapa dokumen yang sebelumnya dia bawa dari rumah seperti biasa Jasmine mulai mengerjakan beberapa pekerjaan yang sebelumnya sudah menumpuk di mejanya dan juga beberapa email yang sudah mengantri di kotak masuknya, “ Apa jadwal ku hari ini apa?” Tanya Jasmine membuat Jian yang tengah membereskan meja  langsung menatap ke arahnya “ kita ada jadwal makan siang dengan pemilik Arsen Group dan ini sudah yang ketiga kalinya karena sebelumnya Tuan Ronald Sudah beberapa kali membatalkannya "jawab Jian membuat kening Jasmine mengerut  "saat Daddy menolak pertemuan dengan mereka tapi kenapa kali ini kalian menyetujui pertemuannya denganku?" Tanya Jasmine butuh penjelasan  "karena pemilik sebelum dari Arsen grup sudah beralih tangan pada pemilik baru yang lebih berkompeten dan sepertinya Tuhan Ronald juga menyetujui jika kali ini kita bekerja sama dengan Arsen. Grup dan itu akan sangat menguntungkan bagi hotel dan juga restoran Kita, mereka  selain bergerak dibidang maskapai penerbangan mereka juga pemasok bahan import yang sangat berkualitas Kita bisa mulai memikirkan tentang kerja sama yang sebelumnya sudah mereka tawarkan beberapa minggu yang lalu”  jelas Jian membuat Jasmine pun terdiam  "apa hanya itu jadwalku?" Tanya Jasmine membuat Jian menganggukkan kepalanya "Baiklah kalau begitu kau bisa kembali ke ruangan mu, aku akan memanggilmu jika membutuhkan sesuatu"ucap Jasmine setelah itu membuat Jian pergi meninggalkan ruangan Jasmine sedangkan Jasmine masih menatap kearah pintu ruang kerja yang tertutup masih tidak percaya jika penampilan Jian yang sebenarnya akan terlihat sangat berbeda dari biasanya jika saja Jian mau melepaskan kaca mata tebalnya itu pikir Jasmine. 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD