Langkah Jasmine kemudian terhenti ketika berpapasan dengan Jian yang juga hendak menaiki anak tangga sedangkan dirinya hendak menuruninya, Jian sedikit membenarkan kacamatanya melihat penampilan Jasmine yang tidak biasanya dia lihat seperti hari-hari sebelumnya kali ini Jasmine menggunakan , crop top yang dipadukan dengan rok pendek dan juga sepatu boots yang kini membalut kaki jenjangnya, sangat berbeda sekali dengan yang biasa Jian lihat dan dia sangat Tahu betul pakaian seperti ini akan membawa Jasmine ke tempat Seperti apa Jian hanya terdiam. Saat Jasmine melanjutkan langkahnya dan akhirnya berhenti ketika mereka sudah sejajar
" aku akan keluar sebentar untuk bertemu dengan teman-temanku " ucap Jasmine membuat Jian terdiam setelah itu kembali meneliti pakaiannya dan sepertinya Jasmine menyadari tatapan yang Jian berikan
"ini gayaku saat aku bertemu dengan teman-teman, Jadi kau tidak usah terlalu kaget melihatnya" lanjut Jasmine kembali setelah itu hendak pergi melewati Jian namun langkahnya kembali terhenti ketika Jian kembali bersuara
"aku akan mengantarmu" ucap Jian tiba-tiba membuat Jasmine langsung berbalik
“ tidak perlu aku akan membawa mobil sendiri " tolak Jasmine
“tidak Tunggu aku lima menit aku akan siap” ucapnya tanpa menunggu Protestan dari Jasmine dan kembali berjalan menaiki anak tangga sedangkan Jasmine berdecak dengan kesal dan dengan tidak pedulinya Jasmine dengan gaya Acuh nya menuruni tangga setelah itu berjalan ke arah garasi mobil meminta kunci mobil kepada kepala pelayan setelah itu langsung melajukannya tanpa menunggu Jian terlebih dahulu, toh dia hanya akan bertemu dengan teman-temannya saja Setelah sekian lama tidak bertemu bukan untuk menemui pria p****************g yang memang selalu bertebaran di klub malam pikir Jasmine.
beberapa menit kemudian setelah kepergian Jasmine Jian turun dengan pakaian yang lumayan dibilang rapi untuk seseorang pergi ke Club, Jian kemudian langsung mengalihkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan namun tidak menemukan Jasmine membuat Jian harus bertanya kepada Esa
"di mana Jasmine?" Tanya nya membuat Esa menundukkan kepalanya
"Nyonya sudah pergi membawa mobil seorang diri Tuan" jawab Esa membuat Jian langsung memijat pangkal hidungnya ternyata Jasmine memang tidak mudah untuk mengikuti kata-katanya dan sepertinya Jian terlalu terburu-buru, mungkin Jasmine merasa jika dirinya sudah mulai dikekang oleh Jian membuat Jian menghembuskan nafas nya dengan kasar
"kalau begitu Berikan aku kunci mobil yang lain aku akan mengikuti kemana Jasmine akan pergi" ucap Jian membuat kepala pelayan langsung mencarikan kunci mobil yang lain.
Jian langsung melajukan mobilnya meskipun sudah sangat Tertinggal jauh membuat Jian bahkan tidak tahu kemana Jasmine pergi, terlalu banyak klub malam di kota ini membuat Jian mulai menebak kira-kira klub mana yang akan dikunjungi nya, Jasmine tipe orang yang mungkin tidak akan berkunjung ke klub kelas bawah, pasti dia akan bertemu teman-temannya di kelompok kelas atas dan tidak sulit untuk menemukan Club untuk kalangan atas di kotanya yang memang hanya ada beberapa saja dan pilihan Jian adalah pada club yang memang berada paling dekat dari jarak rumahnya yang hanya akan memakan waktu 20 menit.
Sedangkan Jasmine sudah berada di dalam ruangan yang memang hanya terdengar suara musik yang berdentum memecah telinga sesuatu yang sebenarnya sangat mengganggu indra pendengaran nya namun tempat ini satu satu nya yang bisa di jadikan tempat bersenang senang bersama teman temannya.
Jasmine mulai melihat ke arah sekitarnya mencari keberadaan teman-temannya namun dirinya tersentak ketika Ketika seseorang menepuk pundaknya
"kau terlambat 5 menit baby" ucap seorang wanita dengan senyum lebarnya membuat Jasmine langsung memutar bola matanya malas
"Apa kau tidak tahu ini malam minggu jalan akan sangat padat di jam-jam seperti ini" jawab Jasmine setelah itu menatap kearah sekitar wanita dengan pakaian minim di hadapannya
" kau benar-benar berpakaian seperti ini datang ke sini, ke mana yang lain? " tanya Jasmine
"seperti ini, kau seperti tidak terbiasa saja, yang lain sudah menunggu di ruang VIP" ucap Jasmine setelah itu berjalan mengikuti wanita yang sepertinya salah satu teman yang akan dia temui malam ini, Jasmine pun tiba di sebuah ruangan yang hanya dikhususkan untuk pelanggan VIP di klub ini
"yang benar saja kalian akan mengurung diri kalian di ruangan ini kenapa kita tidak memilih ruangan VVip yang di luar saja” ucap Jasmine setelah itu duduk disalah satu kursi bergabung dengan 2 orang teman lainnya mereka adalah Monica, Alexa dan Jessica, tiga teman yang sering Jasmine temui.
mereka tidak bisa di sebut sahabat tapi mereka cukup dekat untuk menjadi teman ke klub seperti ini Itulah arti pertemanan diantara mereka bagi Jasmine
" kau ingin memilih ruangan di luar hanya untuk melihat perut sixpack yang menari-nari memutari tiang? " celetuk Monica membuat yang lainnya tergelak sedangkan Jasmine akhir mengangkat bahunya ya dengan acuh
"Aku hanya sedang ingin menikmati Suasana club saja jadi lebih baik kita pindah saja” ucap Jasmine membuat ketiganya akhirnya setuju, Mereka kemudian memilih untuk mengambil tempat VVIP di luar klub yang langsung berhadapan dengan orang-orang yang tengah memecah Lantai Dasar dengan suara musik yang semakin kencang, Jasmine mulai berbincang dengan teman-temannya membicarakan tentang kesibukan mereka masing-masing, ada juga Kegiatan apa yang sedang mereka lakukan sampai obrolan mereka terhenti Ketika seseorang meletakkan botol wine dengan harga yang cukup fantastis tepat di hadapan Jasmine
“Sudah lama tidak bertemu mine Bagaimana kabarmu? " Tanya seorang laki-laki dengan tubuh tinggi dan juga pakai yang modis yang membentuk tubuhnya, tidak lupa dengan tato kupu-kupu yang berada di lehernya membuat Jasmine tidak lupa dengan laki-laki yang beberapa bulan sempat dekat dengannya itu tapi Jasmine mensyukurinya karena mereka tidak sampai menjalin sebuah hubungan karena ternyata laki-laki dengan senyum menggoda nya itu memiliki sifat yang benar-benar membuat Jasmine enggan hanya untuk sekedar pertukar pesan dengannya
" Sudah lama tidak bertemu” sapa Alexa membuat laki-laki bernama Gio itu hanya bisa membalas perkataannya dengan senyum manisnya, setelah itu kembali beralih menatap ke arah Jasmine
“ akhir-akhir ini aku sibuk sama seperti seseorang yang tidak pernah membalas pesan singkat karena mungkin Iya sudah menjadi seorang dari pemilik perusahaan besar, Padahal aku hanya ingin menyapanya untuk menjalin tali pertemanan yang hampir putus "ucapnya sambil menatap ke arah Jasmine dan sepertinya ketiga teman Jasmine mengerti dengan tatapan Gio tersebut, sudah menjadi rahasia umum di kalangan pertemanan mereka bahwa Gio memang menaruh hati kepada Jasmine meskipun saat ini Jasmine tidak menganggapnya sedikit pun
“ by the way Kau benar-benar memberikan ini untuk kita? " Tanya Monica sambil meraih Botol Wine yang Sebelumnya dia meletakkan
" exactly itu untuk Jasmine sebagai hadiah pertemuan pertama kami kembali” ucapan Gio membuat Jasmine menatapnya dengan alis terangkat
" kalian boleh meminumnya berhubung dia sudah memberikannya padaku jadi aku bebas untuk memberikannya pada siapa pun dan terima kasih "jawab Jasmine dengan nada tidak Acuh yang membuat Gio tergalak
“ ternyata kau masih sama seperti sebelum-sebelumnya masih terasa dingin dan membuatku ingin membuatnya menjadi hangat "ucap Gio setelah itu berjalan mendekat ke arah Jasmine hendak mengulurkan tangannya untuk meraih anak rambut Jasmine yang menutupi Sisi wajahnya namun tiba-tiba gerakan Gio terhenti ketika tangan kekar lain menghentikannya membuat Gio dan yang lainnya pun menatap kearah seorang laki-laki yang kini tengah membenarkan kacamata bulat yang tebal yang bertengger di hidungnya
" Jangan sentuh dia "ucapnya