Gio menepis tangan Jian dengan kasar membuat perhatian teman-teman Jasmine dan juga Jasmine sendiri
"siapa kau berani berani sekali kau menyentuhku" tantang Gio yang sudah mulai terlihat sifat aslinya yang memang memiliki sifat tempra mental dan itu Salah satu sifat yang membuat Jasmine tidak menyukai laki-laki yang sempat dekat dengan nya itu
" saya___" ucapan Jian terhenti ketika hendak memperkenalkan dirinya, Jian lebih dahulu melihat ke arah Jasmine yang juga Tengah menatap ke arahnya, ia tahu betul bahwa Jasmine sangat ingin merahasiakan tentang pernikahannya baik itu di kantor maupun di luar kantor, mungkin statusnya sebagai suami istri hanya boleh terekspos ketika berada dengan kerabat jauh Jasmine atau di dalam rumah mereka saja untuk itulah Jian tahu betul di mana posisinya saat ini
" aku sekretarisnya, jadi kau tidak bisa dengan tidak sopannya menyentuh atasanku begitu saja "ucap Jian membuat gelak tawa Gio malah pecah seolah mengejek perkenalan yang baru saja Jian lontarkan
"jadi kau ini hanya seorang sekretaris Pantas saja Kacamatamu itu lebih tebal dari kacamata Grandma ku, Sepertinya kau sudah cukup bekerja keras mendampingi bosmu itu begitu Kah Jasmine? " tanya Gio dengan senyum meremehkan nya membuat Jasmine rasanya ingin sekali mencakar wajah tampannya itu.
Jasmine memang tidak memungkiri bahwa Gio memang memiliki wajah diatas rata-rata Ditambah lagi dengan kekayaan orang tuanya yang sangat berlimpah membuatnya bisa dengan mudah menggaet wanita mana pun yang ingin dia inginkan dan dirinya hampir saja menjadi salah satu wanita bodoh yang mau terjerat oleh pesonanya, dan untung saja Jasmine masih disayangi oleh Tuhan karena langsung disadarkan ketika mengetahui Bagaimana sifat buruk Gio yang selalu berganti-ganti pasangan dan juga tabiat buruk lainnya membuat Jasmine langsung memutuskan pertemanan di antara mereka dan memilih untuk menjauhinya
" hentikan sikap menyebalkan mu itu lebih baik kau pergi ke tempatmu semula lagi pula kau tidak Diundang di meja kami "ucap Jasmine menanggapi perkataan dari lelaki menyebalkan yang tersenyum pongah tersebut.
" setelah hampir satu tahun kita tidak bertemu Ternyata kau masih mempunyai sikap dingin kepadaku, tapi yang membuatku bingung adalah Kenapa kau tiba-tiba saja seolah membenci diriku padahal sebelumnya kita sangat dekat, Apa aku pernah melakukan kesalahan padamu?” tanya Gio membuat Jasmine hanya bisa membuang wajahnya ke arah lain.
dirinya berniat untuk pergi ke klub malam dan bertemu dengan teman-temannya hanya untuk melepaskan stres yang mana sudah menumpuk di kepala nya tapi ternyata dirinya telah datang ke tempat yang salah yang malah semakin menambah kadar stres yang semakin menumpuk membuat Jasmine menghembuskan napas kasarnya
“ kau tidak mempunyai kesalahan, aku yang salah karena sudah mau menerima pertemanan darimu padahal dari awal kita sebaiknya tidak mengenal satu sama lain "ucap Jasmine membuat senyum di wajah Gio sirna begitu saja
“sebegitu bencinya kau padaku, padahal aku rasa Aku tidak pernah menyakitimu sedikit pun, bahkan jika kau saat itu tidak menghilang begitu saja mungkin saat ini aku sudah bisa memilikimu "ucap Gio dengan percaya dirinya membuat Alexa langsung berdiri
" sudah hentikkan omong kosong mu itu, Lebih baik kau pergi dari meja ini, kau sudah terlalu banyak berbicara Gio, Lihatlah wanita-wanita dengan tubuhnya yang menonjol itu sudah menatap kemari dengan tajam sepertinya mereka kembali menginginkanmu Lebih baik kau kembali "ucap Alexa yang melihat raut wajah Jasmine yang sudah mulai risih dengan keberadaan Gio tapi sepertinya Gio mengabaikan perkataan Alexa tersebut Malah semakin mendekat ke arah Jasmine membuat Jasmine dengan Sigap langsung berdiri dari duduknya tapi sepertinya tindakannya tersebut salah ketika tiba-tiba ia menarik pergelangan tangannya membuat Jasmine langsung terjatuh dalam pelukannya setelah itu Gio memegang pinggang Jasmine dengan erat
" kenapa kau sangat membenciku apa salahku? "Tanya Gio dengan nada dingin yang menatap kearah manik mata Jasmine dengan dingin membuat Jasmine langsung mendorong sekuat tenaga bahu Gio namun tidak berkutik sedikit pun, Tapi siapa sangka Gio akan langsung tersungkur ketika satu pukulan mendarat di wajahnya membuat Jasmine langsung menatap kearah belakangnya di mana Jian sudah mengepalkan tangannya dengan kuat.
kegaduhan di meja mereka membuat perhatian pengunjung Club lain membuat ketiga teman Jasmine pun mulai merasa panik, ini pasti akan menimbulkan perkelahian diantara mereka pikir Alexa, Monica dan juga Jessica.
Gio kemudian berdiri dengan kasar dengan raut wajah yang sudah dipenuhi oleh emosi
" What the hell apa urusanmu Kenapa kau terlihat begitu marah ketika aku berdekatan dengan Jasmine apa jangan jangan kau menyukai bosmu? "Ledek Gio, membuat kepalan tangan Jian semakin menguat
“hentikan omong kosong mu itu, Lebih baik kau segera pergi Bukankah sedari tadi kau sudah diusir” ucap Jasmine membuat Gio menghapus darah yang mengalir di sudut bibirnya
"Kau benar-benar sangat perhatian sekali pada bawahan mu itu hem.dan membela nya, apa Kau tidak lihat bawahan mu yang salah disini, dia yang sudah memukulku terlebih dahulu tadi. " ucap Gio yang sepertinya tidak rela diberikan tatapan bersalah dari Jasmine dan orang-orang sekitar mereka
“Aku memukulmu karena mempunyai alasan, kau tidak bisa menyentuh sembarangan wanita apalagi wanita terhormat seperti Ibu Jasmine” ucap ujian membuat Gio malah tergalak
" Jasmine Sepertinya kau harus waspada dengan sekretaris mu ini, Mana ada malam minggu seorang bos pergi ke club tetapi di dikawal oleh sekretaris nya sendiri di luar jam kerja kantor atau jangan-jangan dia menguntit mu? "tanya Gio membuat Jasmine langsung berdiri dari duduknya kemudian mendorong bahu Gio dengan sekuat tenaga membuatnya beberapa langkah mundur
"jangan ikut campur dengan urusan ku, lagi pula jika pun dia mengikuti ku itu bukan masalah karena dia memang sekretaris pribadi ku jadi kau hentikan omong kosong mu itu "ucap Jasmine setelah itu hendak pergi namun lagi-lagi dia mencekal lengannya membuat Jian pun tidak bisa tinggal diam Lagi, Jian kemudian meraih bahu Gio namun dengan cepat Gio malah memberikan satu pukulan tepat pada wajahnya Jian membuat nya yang tidak siap langsung tersungkur begitu saja membuat kacamata tebal yang bertengger di hidung nya lepas dan hal tersebut membuat Amarah Jasmine tersulut
“ apa yang kau lakukan pada sekretarisku” Sentak Jasmine sambil menatap kearah Jian yang tengah meraba sudut bibirnya yang pecah
“aku tidak melakukan apapun tapi sekretaris mu itu yang sudah menyentuhku bahkan dia tidak selevel hanya untuk berdekatan dengan ku tapi berani-beraninya dia mencoba untuk kembali menyentuh tubuhku ini "ucap Gio setelah itu berjalan dan dengan sengaja menginjak kacamata tebal milik Jian sampai pecah membuat Jasmine membulatkan matanya tindakan Gio kali ini benar-benar membuat Jasmine tidak bisa tinggal diam lagi.
Jasmine kemudian memberikan satu tamparan keras pada wajah Gio membuat wajahnya terlempar ke samping saking kerasnya tamparan yang dia terima dan hal tersebut membuat ketiga sahabat Jasmine terdiam Baru kali ini Jasmine semarah ini hanya karena untuk membela sekretaris nya tersebut
" kau salah besar, di sini yang tidak bisa dibandingkan itu adalah Kau sendiri Kau tidak bisa dibandingkan dengan sekretarisku itu, Kau itu tidak apa apanya dibandingkan dia jadi Berhentilah untuk bersikap sombong di hadapanku "ucap Jasmine membuat Gio mengepalkan tangannya sambil mengeraskan rahangnya menerima perlakuan Jasmine membuat harga dirinya benar-benar tersentil Jasmine kemudian membantu Jian untuk berdiri setelah itu menariknya untuk keluar dari klub itu.