Husband 01

1586 Words
"Kau harus menikah dengannya." Itulah kalimat yang membuat tubuh Jasmine membeku saat mendengar perkataan Ayahnya yang kini tengah terbaring lemah di ranjang rumah sakit, Bahkan Jasmine merasa jika jiwanya mulai tertarik perlahan dari tubuhnya saat mendengar permintaan ayahnya tersebut. Jasmine kemudian mengalihkan pandangannya pada seorang pria tinggi dengan setelan jas Rapi ala kantoran yang membalut tubuhnya, tidak lupa kacamata tebal yang selalu bertengger di pangkal hidungnya membuat Jasmine mengerjapkan matanya beberapa kali untuk memperjelas pandangannya, meyakinkan jika laki- laki yang ayahnya tunjuk itu bukanlah dia namun berapa kali pun Jasmin mencoba untuk mengerjapkan matanya sosok lelaki tersebut tetaplah sama. "Are you kidding me dad. " Seru Jasmine sambil menatap Ronald sang ayah dengan tatapan tidak percaya. "Aku tidak pernah seserius ini sebelumnya. " Jawab Ronald dengan sedikit tenaga untuk menjawab seruan putri tunggal nya tersebut. "Dad bagaimana mungkin kau menyuruhku untuk menikah dengan___" "Jian bisa kau tunggu di luar, sepertinya aku harus sedikit memberi pencerahan untuk Mine ku ini. " Ucap Ronald memotong perkataan Jasmine yang sudah bisa Ronald tebak apa Yang hendak dia utarakan. Jian laki- laki berkacamata tebal itu pun akhirnya mengangguk dan langsung melangkahkan kakinya keluar ruangan memberikan  waktu untuk ayah dan anak tersebut berbicara hati ke hati. Jian kemudian menutup pintu ruang inap perlahan setelah itu menyandarkan punggungnya pada dinding yang kini bisa menopang seluruh tubuhnya setelah itu menghembuskan nafas kasarnya, Jian sangat mengerti betul dengan situasi Jasmine saat ini bukan hanya dia yang terkejut tapi dirinya pun merasakan hal yang sama ketika atasannya memberikan satu wejangan yang membuatnya bahkan tidak bisa menjawab sepatah kata pun saat mendengarkannya. Jian hanya bisa menunduk pasrah sambil melihat ujung sepatunya  kemudian mendudukkan dirinya di salah satu kursi ruang tunggu sampai Ronald kembali memanggilnya kembali. Sedangkan di dalam ruang inap  Ronal dan Jasmine menatap satu sama lain “Bagaimana mungkin Daddy bisa mempunyai pikiran seperti itu.?" Tanya Jasmine membuat Ronald hanya bisa menghembuskan nafas panjangnya sambil menatap langit-langit kamar inap yang berbau obat ini yang sudah mengurungnya selama dua pekan lebih karena penyakit yang dideritanya yang sudah tidak bisa mungkin untuk disembuhkan lagi. " apa kau tahu bukan bahwa kau adalah putri satu-satunya yang Daddy miliki Dan kau sangat berharga dari apapun yang Daddy punya. ” ucap Ronald malah membuat Jasmine mendengus sambil membuang pandangannya ke arah lain. " Aku tidak tahu perkataan mana Yang harus aku percaya di antara perkataan Daddy.” ucap Jasmin. " Sebelumnya Daddy mengatakan bahwa aku harus menikahi bawahan Daddy itu dan aku merasa bahwa Daddy tidak pernah menyayangiku sedikit pun karena sudah menyuruhku untuk melakukannya namun saat ini Daddy mengatakan bahwa aku adalah Putri Daddy yang paling berharga Jadi sebenarnya diantara kedua opini itu perkataan mana Yang harus aku percayai.” ucap Jasmine membuat Ronald menatapnya dengan diam. “ kau tahu bukan bahwa umur Daddy tidak akan lama lagi.” ucap Ronald membuat Jasmine langsung menatapnya dengan tatapan tidak suka. " Daddy akan berumur panjang bahkan untuk 100 tahun ke depan dan aku akan memastikan itu, aku tidak akan membuat Daddy pergi ke mana pun meninggalkanku sendiri."ucap Jasmine dengan penuh percaya diri membuat Ronald terkekeh geli disertai batuk pada akhirnya membuat Jasmine langsung mendekap d**a Ronald. "Berhentilah untuk tertawa di saat keadaanmu sedang buruk. " Ucap Jasmine membuat Ronald hanya mengulas senyumnya. " ya mungkin Aku Akan Bertahan 100 tahun lagi tapi setelah itu Bukankah semua orang ini akan pergi meninggalkan dunia yang fana ini."ucap Ronald kembali yang memang tidak bisa disanggah oleh Jasmine , semua orang akan pergi satu persatu termasuk mendiang ibunya yang sudah dulu pergi ke tempat Nya, Ibu Jasmine Meninggal saat Jasmine berumur 3 tahun dan saat itu Jasmine tumbuh besar menjadi seorang gadis yang sangat sempurna di bawah asuhan ayahnya yang selalu mencurahkan seluruh kasih sayang-nya kepada putri semata wayangnya tersebut, bahkan Ronald tidak pernah berniat sekalipun untuk kembali memiliki istri karena dirinya takut akan membuat Jasmine merasa kekurangan kasih sayang sampai Jasmine berusia 25 tahun saat ini Ronald harus menelan kepahitan ketika usianya sudah tidak muda lagi dan penyakit paru yang dideritanya sudah semakin memburuk, memaksa Ronald harus segera mencarikan orang yang tepat untuk Putri semata wayangnya yang bisa menjaga dan menyayangi nya dengan sangat Tulus.  " Daddy hanya ingin kau hidup bersama orang yang tepat."lanjut Ronald kembali membuat Jasmine menatap ayahnya dengan tatapan sendu.  " Jadi menurut Daddy dia adalah orang yang tepat. ?" Tanya Jasmine membuat Rona langsung menganggukkan  kepalanya.  "Jian adalah orang yang baik, Dia sangat sopan dan juga sangat menghargai seseorang, Daddy merasa melihat diri Daddy sendirk pada dirinya."ucap Ronald membuat Jasmine langsung menggelengkan kepalanya.  "Daddy lebih tampan dari nya. " potong Jasmine membuat Ronald kembali terkekeh geli. "ya untuk yang satu itu Anggaplah Daddy lebih tampan tapi sikap dan juga pembawaannya dia jauh lebih baik daripada Daddy, dia selalu berpikir positif, penyabar dan juga penuh kasih sayang dan Daddy rasa Dia adalah orang yang tepat yang bisa ada disampingmu menggantikan Daddy.” ucap Ronald membuat Jasmine lagi-lagi berdecak dengan kesal.  “tapi aku tidak mengenal dia Dad, Bagaimana mungkin aku hidup dengan orang asing yang Bahkan tidak aku kenali sama sekali."ucap Jasmine. " Bukankah kau sering bertemu dengan Jian." " untuk bertemu dengannya memang aku sering, tapi aku tidak tahu bagaimana sikap aslinya mungkin di depan Daddy dia bersikap sebaik mungkin tapi kita tidak tahu bukan Bagaimana sifat aslinya. ” ucap Jasmine kembali seolah meragukan pendapat yang Daddy nya katakan tentang Jian. "Apa kau percaya kepada Daddy, Daddy tidak mungkin salah menilai orang kau tahu itu bukan dan untuk sepuluh tahun itu adalah waktu yang cukup bagi Daddy menilai Jian secara keseluruhan, Apakah dia pantas untuk Putri Daddy ini atau tidak."ucap Ronald kembali.  “tapi aku tidak bisa menikah dengannya, aku tidak mencintai orang itu."ucap Jasmine mencoba untuk kembali menyanggah semua permintaan Daddy nya yang menurutnya sangat lah terdengar konyol. " dan jika kau masih Teguh dengan semua keinginanmu itu tidak ada cara lain bagi Daddy untuk mengambil opsi yang kedua."ucap Ronald membuat Jasmine mengerutkan keningnya selain syarat yang pertama ternyata Ronald menyiapkan pilihan lain yang mungkin sudah bisa menduga jika Jasmine akan menolak Perjodohan nya dengan Jian. "Aku harap opsi yang kedua akan terdengar lebih baik. " ucap Jasmine sambil menatap kearah Ronald.  "kau harus tinggal bersama bini angkat mu di Italia." ucap Ronald membuat Jasmine malah membulatkan matanya sambil menggelengkan kepalanya, Tentu saja itu bukanlah sebuah opsi yang terdengar lebih baik. " Aku benar-benar merasa seperti bukan anak kandung Daddy saat ini."ucap Jasmine membuat Ronald mengangkat bahunya. "hanya ada dua pilihan jika kau tidak mau menerima pernikahan dengan Jian Daddy tidak akan bisa memberikan semua aset ini kepada dirimu dan kau bisa hidup dengan Bibi angkat mau di Italia."ucap Ronald membuat Jasmine lagi lagi menggelengkan kepalanya. “bagaimana bisa aku hidup di pedalaman Desa Italia itu."rengek Jasmine membayangkannya saja membuat tubuhnya bergetar ngeri, Jasmine pernah mengunjungi bibi angkatnya itu satu kali ketika Ronaldo memaksanya itu benar-benar sebuah pedesaan yang jauh dari hiruk pikuk dunia Metropolitan yang selama ini Jasmine jalani sebuah pedesaan yang hanya ditinggali beberapa rumah dengan jarak jauh dan kebun anggur yang mengelilingi rumah tersebut membuat Jasmine langsung menyatakan saat itu juga dia tidak akan kembali lagi ke  tempat Bibi angkanya itu untuk yang kedua kalinya selain tempatnya yang sangat terpencil di sana juga tidak bisa menggunakan internet ataupun untuk sekedar mengirimkan email. “Daddy tidak mungkin dengan mudahnya memberikan semua aset yang kita miliki ke tanganmu ketika kamu tidak ada orang yang bisa menjaga Apa kau tahu bagaimana kejamnya dunia bisnis ini. " ucap Ronald kembali membuat Jasmine akhirnya terdiam.  “Aku sudah berumur 25 tahun Dad dan aku bisa menjaga diriku sendiri, lagi pula aku sudah belajar banyak tentang bisnis dan siap untuk menerima semua yang memang berhak aku miliki."ucap Jasmine membuat Ronald menggelengkan kepalanya. " kenyataannya tidak semudah itu, tidak semudah membayangkan saat membuka buku besar yang selama ini Kau pelajari kenyataannya banyak tipu daya, banyak orang-orang bermuka dua dan Daddy membutuhkan Jian untuk selalu berada di sampingmu Mine. ” ucap Ronald kembali membuat Jasmine terdiam, bagi Jasmine kedua syarat yang di ajukan oleh Ronald kedua-duanya Tidak ada yang lebih baik, satu sisi dia tidak ingin menikah dengan orang yang Bahkan bukan tipenya dan juga tidak dia kenal di opsi lain Jasmine pun tidak ingin tinggal di pedesaan kecil yang membuatnya seperti hidup di dunia primitif membuat kepala Jasmine berdenyut dengan hebat hanya dengan memikirkannya saja “Apakah harus dia orangnya.?" tanya Jasmine kembali memastikan berharap Daddy nya itu berubah pikiran setidaknya Jasmine berharap Daddy nya menjodohkannya dengan seorang aktor tampan seperti Tom Cruise ataupun dengan lelaki yang sepantaran dengannya seperti Shawn Mendes mungkin namun kenyataannya lebih pahit dari yang Jasmine kira ketika Ronald kembali menganggukkan kepalanya dengan mantap dan penuh keyakinan menandakan bahwa tidak ada orang selain sekretaris nya bernama Jian yang lebih tepat menjadi pendamping hidupnya.  “itu terserah padamu jika kau ingin tinggal dengan Bibi angkat mu Daddy akan dengan senang hati menyumbangkan seluruh aset yang Daddy  miliki pada beberapa Panti Asuhan dan juga rumah-rumah wisma di negara ini." ucap Ronald dengan mudahnya membuat Jasmine menggelengkan kepalanya Bagaimana mungkin Daddynya tersebut lebih menyayangi para tunawisma dan anak-anak itu ketimbang Putri semata wayangnya sendiri. " Daddy benar-benar membuatku frustrasi."ucap Jasmine sambil mengacak rambutnya sedangkan Ronald menatap putrinya tersebut dengan tatapan sayang. "dan kau membuat Daddy khawatir, kau tahu itu. " Ucap Ronald membuat Jasmine kembali menatap kearahnya. “dan aku tidak akan bisa pergi dengan tenang jika kau masih belum mendapatkan orang yang tepat kau tahu bukan keinginan terakhir Daddy hanya melihatmu bahagia bersama orang yang Daddy dipercayai."ucap Ronald membuat Jasmine terdiam sambil terus memikirkan apa yang ayahnya inginkan tersebut.  
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD