Husband 04

1138 Words
Sudah lebih dari dua menit Jasmine berdiri di depan pintu ruang rapat utama namun kakinya belum siap untuk melangkah dan tangannya belum siap untuk menarik handle pintu untuk membuka pintu besar di hadapannya. membuat Jasmine lagi-lagi menarik nafas panjangnya setelah itu menghembuskannya perlahan, Jasmine kemudian menolehkan wajahnya kearah samping di mana Jian masih tetap berdiri satu langkah di belakangnya, untuk beberapa detik mereka beradu pandang sebelum Jian memutuskan pandangannya dan memilih untuk menunduk  " tatapan Seperti apa kira-kira yang akan mereka berikan ketika aku masuk ke dalam sana? "Tanya Jasmine membuat Jian kembali menegakkan wajahnya " Apa Anda ragu untuk masuk ke dalam hanya karena memikirkan tatapan mereka? "Tanya Jian membuat Jasmine menganggukkan kepalanya “kalau begitu Anda tidak perlu menatap kearah mereka Anda hanya perlu menatap lurus sampai Anda duduk di kursi Anda setelah itu barulah Anda bisa Melarikan pandangan Anda pada semua orang hanya dengan satu tatapan saja mereka akan mengerti untuk menilai Anda "saran Jian membuat Jasmine terdiam “Benarkah, Baiklah jadi aku hanya harus fokus pada langkahku setelah itu baru berikan balasan tatapan untuk mereka "ulang Jasmine membuat Jian mengangguk, Jasmine kemudian kembali menatap pintu besar di hadapannya dan kembali menarik nafas panjang dan menghembuskannya “baiklah Jasmine lakukan, Kau pasti bisa" Gumam Jasmine kembali setelah itu benar-benar menarik Pintu Besar tersebut membuat semua orang yang sebelumnya saling mengobrol tiba-tiba terdiam, semua pandangan tertuju kepada Jasmine namun Jasmine menurut saran yang Jian berikan, dia hanya perlu fokus pada langkahnya, Jasmine benar-benar tidak menatap kearah orang-orang yang kini memandangnya dengan berbagai macam tatapan. Jasmine berjalan lurus tanpa menoleh ke kanan kiri dan setelah itu barulah duduk di kursi kebesaran yang sebelumnya selalu Daddy nya duduki, Jasmine meletakkan tasnya setelah itu barulah menatap ke orang-orang yang juga kini menyorotinya dan dengan tatapan mata yang penuh keyakinan Jasmine membalas pandangan mereka melarikan mata  nya ke seluruh dewan direksi kantor "Maaf saya terlambat, ini hari pertama saya menggantikan kan Direktur Utama sebelumnya jadi saya harus mempersiapkan untuk rapat ini lebih lama jadi Mohon pengertiannya "ucap Jasmine dengan nada dibuat setenang mungkin membuat para direksi hanya mengangguk Good Jasmine awal yang bagus batin Jasmine kemudian mengalihkan pandangannya kearah Jian yang duduk tidak jauh berada di sebelah kirinya ia kemudian memberikan senyum tipis dan melakukan kepalanya membuat Jasmine semakin yakin bahwa dirinya pasti bisa, Jasmine kemudian memulai rapat untuk mengetahui tentang pendapat para dewan direksi dan juga saham yang terbagi dalam satu perusahaan ini dari mereka ada beberapa yang pro dan juga kontra tentang jabatan yang saat ini dipegang oleh Jasmine kebanyakan mereka tidak percaya Karena Jasmine yang terlalu muda dan pengalamannya minim " baiklah kalau tidak ada yang akan memberikan pendapat lagi ataupun menyanggah dengan semua yang saya katakan sepertinya lebih baik kita akhiri Rapat ini "ucap Jasmine sambil menutup layar laptop di depannya namun baru saja semua hendak bersiap untuk beranjak dari kursi masing masing tiba-tiba seorang laki-laki dengan sorot mata yang sedari tadi tidak lepas dari Jasmine tiba-tiba mengangkat tangannya " Apa aku boleh memberikan sedikit saran " ucapnya membuat Jasmine kembali menegakkan kepalanya dan menatap laki-laki tersebut yang hanya duduk berjarak dua kursi dari Jian, Jasmine ingin sekali berdecak dengan kesal ketika melihat senyum menyebalkan yang selalu dia Tampilkan tentu saja Jasmine mengetahui laki-laki yang selalu menyapanya dengan ramah tersebut, dia adalah Justin yang sebelumnya tidak pernah Jasmine sangka akan berada di dalam rapat yang saat ini dia adakan. " Aku tidak akan mengatakan bahwa aku tidak setuju ataupun setuju tentang kau yang kini menjadi direktur utama perusahaan ini tapi aku hanya akan memberikan sebuah saran, Aku bukannya tidak percaya hanya saja bagaimana dengan masa percobaan jabatan selama satu bulan” ucap Justine membuat seluruh anggota rapat kembali berbisik satu sama lain membuat Jasmine sudah tahu apa yang akan mereka diskusikan  " aku benar-benar tidak menganggapmu tidak berkompeten  hanya saja perusahaan ini benar-benar harus mempunyai pemimpin yang benar-benar bisa diandalkan, Untuk itu bagaimana dengan masa percobaan satu bulan, selama satu bulan ke depan Kami para dewan direksi akan memperhatikan Bagaimana kinerja Direktur Utama baru kami ini dalam menyelesaikan semua masalah yang kadang selalu timbul, Apakah Anda bisa dipercaya atau malah sebaliknya dan setelah satu bulan itu kita akan kembali mengadakan rapat untuk mengambil keputusan akhir, Bukankah itu keputusan yang adil " ucap Justin kembali membuat Jasmine memejamkan matanya sejenak Anggap saja untuk menetralisir emosinya menatap kearah laki-laki tersebut setelah itu kembali membuka matanya dan Entah kenapa ketika Jasmine merasa gelisah dengan jawaban yang akan dia berikan jasmine  akan selalu menatap ke arah Jian Dan Jian menatapnya dengan tenang tanpa memberikan tanda apapun yang Artinya Jian  menyerahkan semua keputusannya pada Jasmine membuat Jasmine mau tidak mau kembali membalas tatapan Para dewan direksi karena keputusan ini benar-benar akan menentukan apakah dia layak menjadi pengganti dari Ronald atau tidak “Baiklah aku menerima masa percobaan satu bulan Jabatan itu dan aku akan buktikan bahwa aku layak menggantikan Direktur Utama sebelumnya, Kalian tidak perlu khawatir Meskipun aku minim pengalaman tapi aku sudah cukup bekerja keras selama ini mempelajari semua apa yang diajarkan Direktur Utama sebelumnya, tidak apa rasa ragu kadang memang selalu menggelayuti hati seseorang dan itu manusiawi, Baiklah kalian bisa menghitung mulai dari sekarang untuk satu bulan ke depan, Setelah itu kita akan melakukan rapat kembali, Terima kasih untuk rapat hari ini saya akan menutupnya "ucap Jasmine  setelah itu beranjak dari duduknya membawa laptop beserta tas tangannya diikuti oleh Jian yang selalu mengikutinya ke manapun, begitu pun dengan peserta rapat yang lainnya mulai membubarkan diri. Jasmine kemudian berjalan menuju lantai teratas di mana ruangan nya berada l, di ruangan yang sebelumnya digunakan oleh Daddy nya, saat pintu tersebut dibuka jantung Jasmine berdegup dengan kencang aroma Ronald masih memenuhi ruangan tersebut membuatnya seolah ada disana sambil duduk tersenyum ke arah Jasmine menyambut kedatangan putri semata wayangnya yang dia percaya untuk mengelola perusahaannya tersebut, Jasmine kemudian melanjutkan langkahnya berjalan menuju kursi kebesaran tersebut menatap bayangan Daddy nya tersenyum hangat kepadanya seolah menyambut nya sebagai pemilik perusahaan yang baru. Jasmine kemudian mendudukkan dirinya yang langsung berhadapan dengan Jian yang berdiri dan hanya dibatasi oleh meja besar di antara mereka " Aku merindukan Daddy " ucap Jasmine tiba-tiba membuat Jian menatap ke arahnya, Jian kemudian meletakkan beberapa berkas yang sedari tadi dia bawa " Tuan Ronald pasti akan senang jika melihat Anda Bagaimana menangani rapat pertama Anda tadi " ucap Jian membuat Jasmine kembali menatap arahnya "Yah aku harap begitu, Aku harap Daddy  tidak menyesal sudah memberikan perusahaan ini padaku, baiklah agar dia tidak kecewa Apa kau mau membantuku untuk satu bulan ke depan? "Tanya Jasmine membuat Jian menganggukkan kepalanya " bukan hanya satu bulan, bukankah saya sudah berjanji akan menemani Anda seumur hidup saya” jawab Jihan membuat Jasmine terdiam jantungnya kembali berdegup kencang membuat Jasmine langsung menggelengkan kepalanya  pasti ini masih karena aroma daddy yang begitu kuat di ruangan ini batin Jasmine yang kini menarik nafas panjangnya setelah itu menghembuskannya perlahan
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD