Husband 03

1086 Words
Jasmine meregangkan kedua tangannya ketika dirinya mendudukkan diri masih dengan gaun tidur yang melekat pada tubuhnya dan rambut coklat yang masih berantakan membuat Jasmine langsung mengulurkan tangannya untuk mengambil segelas air putih dan meneguknya sampai habis baru setelah itu Jasmine mengalihkan pandangannya pada jam di atas nakas yang sudah menunggu kan pukul tujuh pagi. Jasmine kemudian menarik nafasnya dan menghembuskan perlahan sebelum dia benar-benar turun dari tempat tidur, ini adalah hari pertama dia akan masuk ke kantor mengambil alih tempat yang sebelumnya diduduki oleh Daddy nya membuat Jasmine sedikit merasa gugup dan tidak percaya diri apakah dirinya mampu menggantikan posisi Ronald yang sangat dipercaya oleh direksi di kantor, Tentu saja itu tidaklah mudah dari mereka pasti akan ada yang meragukan kemampuan Jasmine yang minim pengalaman " berpikirlah positif Mine. “ gumam Jasmine mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri, Jasmine kemudian turun dari tempat tidur dan langsung melangkah kearah kamar mandi mencoba mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk melewati hari pertama yang akan menentukan posisinya di dalam perusahaan , ada yang mengatakan bahwa kesan pertama sangatlah berarti bagi orang-orang yang melihat kita Begitu pun dengan Jasmine yang ingin memberikan kesan pertama yang baik bagi para dewan direksi yang mungkin separuhnya akan menentang keberadaannya. ternyata memakan waktu yang lebih lama dari perkiraan Jasmine untuk mempersiapkan dirinya yang masih merasa gugup Jasmine melihat pantulan dirinya di depan cermin besar dengan pakaian kantor yang sudah melekat pada tubuhnya dengan make up tipis yang membalut wajahnya membuat Jasmine harusnya merasa lebih percaya diri dengan penampilannya yang terlihat sempurna tapi entah kenapa hatinya masih terus merasa gelisah, pikiran-pikiran buruk terus memenuhi isi kepala Jasmine sampai ketukan dari pintu kamarnya menghentikan semua pemikirannya tersebut “masuk,!" seru Jasmine membuat salah seorang pelayan berjalan menghampirinya sambil menunduk  "Maaf nyonya , Tuan sudah menunggu sejak satu jam yang lalu" ucap si pelayan membuat Jasmine mengerutkan keningnya namun detik berikutnya Jasmine menepuk jidatnya dia benar-benar lupa bahwa saat ini statusnya bukan hanya berubah menjadi pemegang perusahaan dari Carson corporation tapi juga menjadi seorang istri dari laki-laki kepercayaan mendiang Daddy nya  itu, Jasmine kemudian menghembuskan nafas kasarnya “ selama itu dia menunggu? "Tanya Jasmine membuat pelayan mengangguk “Baiklah kalau begitu katakan padanya lima menit lagi akan turun” ucap Jasmine  membuat si pelayan akhirnya Kembali keluar kamar, Jasmine kemudian langsung meraih ponselnya juga tas tangannya sebelum kembali memperhatikan penampilannya sejenak memastikan bahwa tidak ada yang kurang setelah itu berjalan keluar kamar, langkah Jasmine melambat ketika melihat Jian duduk di depan meja makan dengan tab yang berada di tangannya, masih seperti biasa saat Jasmine bertemu dengan Jian sebelum-sebelumnya pakaian kantor yang rapi dengan kacamata tebal yang selalu membingkai kedua matanya itu membuat penampilannya benar benar terlihat monoton di mata Jasmine, langkah kaki Jasmine yang mendekat membuat Jian akhirnya meletakkan tab yang sedari tadi menjadi pusat perhatiannya setelah itu beralih kepada Jasmine yang duduk berseberangan dengannya “lain kali kau tidak usah menunggu ku selama ini, jika aku terlambat Kau bisa sarapan terlebih dahulu” ucap Jasmine sambil meraih sepotong roti yang langsung diolesi dengan selai kacang " Mungkin saya yang terlalu cepat datang ke meja makan, ke depannya saya akan menyesuaikan dengan waktu Anda bangun " Jawab Jian masih dengan bahasa formal nya membuat Jasmine menatap kearahnya sejenak sebelum menggigit roti yang dia persiapkan, mereka pun akhirnya menyantap sarapan dengan diam sesekali Jasmine menatap kearah Jian Yang sepertinya mengikuti kecepatan makan dirinya membuat Jasmine akhirnya mempercepat gigitannya pada roti setelah itu meneguk jus yang berada di sampingnya membuat Jian pun mengakhiri sarapannya yang harusnya sepertinya bisa selesai hanya Dalam waktu lima menit. seperti layaknya seorang bawahan kepada atasannya Jian berjalan di belakang Jasmine setelah itu membukakan pintu penumpang untuk istrinya tersebut sebelum dirinya duduk di belakang setir mobil Jian benar benar merangkap sebagai sekretaris, sopir dan Bodyguard bagi seorang Jasmine Carson dan Jian tidak keberatan dengan hal tersebut, Jian menjalaninya dengan penuh keikhlasan malah Jian benar-benar menerima takdirnya bahwa Tuhan berbaik hati padanya untuk terus memberikannya sebuah pekerjaan dan kali ini tanpa dia minta Tuhan memberikannya Seorang Istri bagi Jian tu sebuah berkat yang patut disyukuri untuk itu Jian tidak akan pernah mengeluh dengan apa yang saat ini harus dia jalani " apa jadwalku hari ini? " tanya Jasmine tiba-tiba membuat Jian menatap  istrinya tersebut melalui kaca spion yang berada di depan membuat pandangan mereka untuk beberapa detik saling beradu sebelum Jian kembali memfokuskan dirinya pada jalan di depan  " seharusnya lima menit yang lalu Anda sudah menghadapi rapat direksi untuk pertama kalinya, jam sepuluh siang Anda harus bertemu dengan dua klien sekaligus sampai jam makan siang setelahnya Anda harus mengurus beberapa berkas yang sebelumnya Tuan tinggalkan jadi itu mungkin akan memakan waktu lama sampai jam kantor berakhir” ucap Jian dengan lancar tanpa menata sebuah catatan atau apapun seolah jadwal Jasmine hari ini sudah ada di dalam pikirannya membuat Jasmine terdiam sejenak sebelum mencerna perkataan dari suami yang kini merangkap menjadi sekretarisnya tersebut “apa,!” seru Jasmine setelah menyadari ada sebuah kesalahan dari penjelasan yang baru saja Jian katakan " apa saya perlu mengulangi kembali jadwal Anda hari ini? " Tanya Jian membuat Jasmine menganggukkan kepalanya dengan cepat " jam delapan tiga puluh Anda harus mengadakan rapat direksi untuk pertama kalinya dan jam sepuluh siang__ " " Jadi aku sudah hampir terlambat sepuluh menit, Kenapa kau tidak mengatakannya dari awal "potong  Jasmine ketika menyadari bahwa dia sudah terlambat untuk rapat direksi pertamanya membuat Jian kembali menatap Jasmine yang sudah menampilkan wajah paniknya melalui kaca yang di depannya " Anda tidak perlu Terlalu panik, atasan memang kadang sedikit terlambat dan mereka akan memakluminya "jawab Jian dengan santainya membuat Jasmine semakin duduk dengan gelisah “ bagaimana bisa aku tidak panik, ini hari pertamaku bekerja dan aku harus memberikan kesan baik untuk mereka tapi kau dengan santainya menanggapinya dan tidak memberitahuku bahwa  jadwalku dimulai se pagi itu " seru Jasmine dengan wajah memerah antara marah dan juga panik karena rencana awal untuk memberikan kesan baik kepada anggota direksi sepertinya akan gagal membuat Jian hanya bisa diam  "Maafkan saya, kedepannya saya akan lebih teliti untuk mengatur jadwal Anda "dan hanya kalimat itu yang bisa Jian katakan kepada Jasmine  " lupakanlah, coba sekarang kau percepat laju mobilnya karena aku tidak ingin lebih terlambat lagi dari ini” ucap Jasmine mengabaikan permintaan maaf dari Jian " baik " Jawab Jian setelah itu benar-benar menancap pedal gas mobil yang sedang dia lajukan " ke depan nya beritahukan aku jadwal untuk besok pada malam hari jadi aku bisa mengaturnya sendiri” ucap Jasmine membuat Jian lagi-lagi hanya bisa menganggukkan kepalanya tanpa ada bantahan apa pun. 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD