Beberapa jam kemudian sepulang dari sekolah ... “Pak Fahri! Pak Fahri!” panggil Bu Valen sembari berlari-lari kecil ke arah Fahri. Di belakangnya menyusul Pak Ridwan, pria yang entah sadar atau tidak selalu ada di mana pun Bu Valen berada. Mungkin karena inilah para guru sering menyindir mereka karena tak juga kunjung memulai hubungan yang lebih serius, padahal keduanya nampak saling menyukai. Fahri menoleh. “Iya Bu?” Fahri harus menunggu beberapa detik karena Bu Valen perlu mengatur napas yang ngos-ngosan. Pak Ridwan yang dibelakangnya mendengus pelan, kemudian menyodorkan sebotol air mineral pada Bu Valen. Tanpa basa-basi Bu Valen pun menerima dan meminumnya hingga tinggal separuh. Sebelum mengembalikannya lagi ke Pak Ridwan tanpa mengucapkan terima kasih. Membuat Pak Ridwan berdecak

