Karena terkendala macet dan berbagai hal, akhirnya Fahri menunggui Zahra dan Bu Ratna di rumah sakit sampai Pak Zaki datang. Dia pun sudah menghubungi Ainun dan meminta ijin menginap di sana. Rasanya tidak tega jika harus meninggalkan dua wanita itu sendirian. Setidaknya nanti beberapa jam lagi ketika Pak Zaki datang, Fahri baru pamit pulang. Dia tidak tahu jika keputusan tersebut malah akan berakhir runyam di masa mendatang. Saat itu Fahri jatuh tertidur di sofa. Zahra dengan perhatian meletakkan sebuah selimut menutupi tubuh Fahri setelah memintanya sebuah dari ruang penjaga perawat. “Zahra,” panggil Ratna pada putri semata wayangnya. “Iya Bu?” ucap Zahra. Gadis itu mendekati kasur ibunya dan duduk di kursi. “Nak Fahri sudah tidur?” Zahra tersenyum dan mengangguk. “Iya.” Ratna kem

