Ucapan salam dari depan rumah membuat kepala Fahri tersentak ke depan. Meletakkan penanya kembali ke atas meja kerja di mana ia sedang menyiapkan bahan materi ulangan harian untuk sekolah besok, Fahri berdiri dan langsung keluar dari kamar. Di sana berdiri Ainun, membawa dua keranjang belanjaan yang berat-berat. “Ibu. Sudah pulang? Kok nggak telepon Fahri?” tanya Fahri, segera menyambut Ainun dan membantu membawakan keranjang-keranjang tersebut. Pagi tadi memang Fahri mengantarkan Ainun ke pasar. Namun tidak seperti biasa di mana Fahri akan menungguinya, kali itu Fahri pamit pulang dulu untuk mandi dan sarapan. Karena Ainun memang biasanya belanja dalam waktu jam-jaman, Fahri juga mengatakan pada Ainun jika sudah pulang untuk segera menghubunginya, hingga Fahri bisa langsung menjemput.

