Bisakah kita berteman?

984 Words
Semenjak kejadian itu, Aisya Kini lebih berhati hati jika ia pulang malam. Di akhir pekan ini, Aisya sedang bersiap untuk pergi bekerja, seperti biasa ia menaiki bus untuk sampai ke tempat ia bekerja. Aisya yang sedang melamun menatap ke arah luar jendela dikejutkan oleh seseorang yang tiba tiba duduk di sampingnya. "K-kau?" Mata Aisya membulat sempurna saat ia menatap pemuda yang berada di sampingnya itu, yang ternyata adalah Do Hyun. "Kenapa?" Tanya Do Hyun menatap balik Aisya. Aisya pun mengalihkan pandangannya seraya menggeleng cepat. Do Hyun pun terlihat menyunggingkan senyuman tipisnya. Suasana canggung terasa di antara mereka, Do Hyun yang menunggu Aisya mengangkat suara pun pada akhirnya ia mencoba untuk mencairkan suasana. "Apa tidak ada yang ingin kau katakan pada ku? Aisya pun langsung menatap ke arah Do Hyun kembali "M-maksudmu?" Tanya Aisya. Tanpa menjawab pertanyaan Aisya, Do Hyun pun turun dari bus, menatap Aisya dari arah luar bus dan tersenyum manis pada Aisya seraya melambaikan tangannya. Bus pun kembali melaju, Aisya yang merasa aneh dengan sikap Do Hyun, hanya bisa memiringkan kepalanya karena heran. Tak lama kemudian Aisya tiba di tempat ia bekerja, Aisya pun langsung memulai pekerjaan nya melayani para pelanggan. Karena akhir pekan, restoran pun cukup ramai hari ini, Aisya sedikit kewalahan untuk menuliskan pesanan para pelanggan namun beruntung ia masih bisa mengingat pesanan pesanan para pelanggan tersebut. "Writers!" Teriak seseorang yang duduk dibelakang. Aisya pun bergegas untuk menghampiri pelanggan tersebut. "Iya Tuan, Anda mau pesan apa Tuan?" Tanya Aisya tanpa menatap sang pelanggan. "Aku hanya ingin pesan Ramen." 'Degh' 'Suara itu?' Batin Aisya. Aisya pun melihat ke arah suara, dan mendapati Do Hyun yang tengah duduk dengan menyilangkan kakinya dan tersenyum padanya. "K-kau? M-Mau apa kau kesini?" Tanya Aisya gugup Tiba tiba seorang pelanggan yang lain memanggil Aisya, "Writers!" Teriak pelanggan yang lain Aisya pun menoleh ke arah pelanggan tersebut, "Baik, Tunggu sebentar!" Jawab Aisya Aisya kembali menatap ke arah Do Hyun menantikan jawaban atas pertanyaannya barusan. "Aku hanya ingin makan, itu saja! Apa tidak boleh?" Aisya pun menghela nafas panjang "Baiklah, pesananmu akan segera datang Tuan!" Aisya pun meninggalkan Do Hyun untuk melayani pelanggan yang lain. Tak butuh waktu yang lama, Aisya pun kembali dengan sebuah nampan dan mangkok berukuran sedang berisi ramen, Aisya meletakkan mangkuk tersebut di meja Do Hyun "Silahkan Tuan! Selamat menikmati makanannya!" Aisya pun sedikit membungkuk dan hendak melangkah pergi, "Tunggu!" Panggil Do Hyun. Aisya membalikkan badannya dan menatap Do Hyun "Apa ada yang anda butuhkan lagi Tuan?" Tanya Aisya. Do Hyun pun tersenyum dan menjawab "Bisakah kita berteman?" "A-apa?" Aisya merasa cukup terkejut dengan perkataan Do Hyun. "Emm, I-itu… Aku.." Ucapan Aisya terpotong "Aku tau di dalam agamamu terdapat larangan sebuah hubungan dengan seorang pria seperti ku, tapi apa sekedar berteman pun tidak diperbolehkan?" Aisya pun termenung.. "Kau tidak perlu menjawabnya, karena dijawab atau tidak pun aku akan tetap menjadi temanmu," "Ckk, Kenapa kau memaksa sekali? Dan kenapa kau tiba tiba ingin berteman denganku?" "Apa untuk berteman dengan seseorang kau harus memiliki sebuah alasan?" Aisya pun hanya bisa terdiam.. *** Pagi ini, Aisya terlihat sedang berlari dan sedikit panik karena ia terlambat, dengan nafas terengah engah ia akhirnya sampai di depan kelasnya, namun sayangnya dosen killer yang terkenal di kampusnya sudah berada di dalam kelas lebih dahulu. Dengan tatapan mengintimidasi, dosen itu pun menghampiri Aisya yang berdiri mematung di depan pintu. "Kau tau kan? Siapapun yang terlambat di kelasku! Dia tidak akan pernah bisa masuk kelasku lagi!" Tegas sang Dosen. Tangan Aisya sedikit bergemetaran, ia tidak berani menatap sang dosen. "M-maaf pak," "Kali ini kau aku maafkan! Dan ini adalah kesempatan pertama dan terakhirmu! Jika lain kali kau terlambat lagi, akan aku pastikan kau tidak akan pernah mengikuti kelasku lagi!" "B-baik pak," Aisya pun masuk ke dalam ruangan kelas dan mengikuti pembelajaran. *** Selesai pembelajaran, Aisya terduduk lemas, ia merasa sangat malu karena sudah terlambat, ia juga takut jika beasiswa nya terancam dicabut. Ditengah lamunannya, seseorang datang dan mengejutkan Aisya dengan menggebrak meja yang berada di hadapan Aisya. "Hey!" Aisya mengerjap kaget "Astagfirullah! Kau mengagetkanku Aera!" Aera hanya terkekeh melihat reaksi Aisya. "Maafkan aku Aisya," Ucap Aera. Aera pun duduk berhadapan dengan Aisya, Melihat raut wajah sendu Aisya, Aera pun mengernyitkan dahinya heran "Kau kenapa?" Tanya Aera Aisya pun sedikit menekuk wajahnya. "Hari ini, aku terlambat dan hampir saja tidak diizinkan untuk masuk oleh dosen." "Tumben sekali kau terlambat?" Tanya Aera. "Itu karena…." Flashback Seperti biasa setelah selesai mengerjakan sholat subuh, Aisya pergi berolahraga selama 30 menit, ia melakukan lari pagi di sekitar area asrama. Sedang asyik berolahraga, tiba tiba seseorang orang menghampirinya. "Selamat pagi!" sapa nya. Aisya pun langsung terhenti dan mengernyitkan dahinya menatap heran dengan keberadaan orang yang tiba tiba berada di hadapannya. "Do Hyun?" Do Hyun pun tersenyum ramah pada Aisya. "Sedang apa kau disini?" Tanya Aisya. Do Hyun pun menghampiri lebih dekat ke arah Aisya "Seperti yang kau lihat, Aku sedang berolahraga." Jawab Do Hyun. Aisya pun memutarkan bola matanya, dan melanjutkan kembali lari pagi nya. Sedangkan Do Hyun mencoba untuk mengejarnya. "Aisya! Aku ingin menagih sesuatu darimu!" Teriak Do Hyun. Langkah Aisya kembali terhenti dan menatap heran ke arah do Hyun "Kau tau namaku?" Do Hyun pun tertawa "Semua mahasiswa di kampus tau namamu!" Aisya pun tersipu dan tersenyum kecil "Apa aku secantik itu? Sampai semua orang mengenalku?" "Pfft.. Bukan seperti itu maksudku! Tapi, bukankah kau akan mudah diingat jika kau sedikit berbeda dari kebanyakan orang disini?" Aisya pun berdecak kesal dan kembali melanjutkan langkahnya, langkahnya pun dihalangi oleh Do Hyun yang berada di hadapannya dengan berlari mundur dan tersenyum. "Sepertinya, kau masih berhutang satu hal padaku?" "Apa?" "Apa kau tidak ingat kejadian malam itu?" Langkah Aisya pun terhenti, sesaat Aisya mematung, dengan nada ragu Aisya pun berkata "Emm, Aku berterima kasih atas bantuanmu Do Hyun!" Ucap Aisya sedikit membungkukkan badannya. Do Hyun pun meletakkan kedua tangannya di pinggangnya dan tersenyum licik ke arah Aisya. "Aku ingin lebih dari sekedar ucapan terima kasih!" Tegas Do Hyun. "Eh?" Kaget Aisya
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD