Aisya menatap sendu pemandangan yang ada di hadapannya,
“Arsyla, perutmu sudah semakin membesar, itu artinya Do hyun sudah membohongiku tentang kamu,” Ucapnya pelan
Aisya menatap Arsyla yang tengah mengelus lembut perutnya yang semakin membesar,
Aisya hendak melangkah, Namun langkahnya terhenti saat ia menyadari ada Aera bersamanya,
Ia kemudian memundurkan langkahnya dan menjauh dari mereka,
Aera sekilas melihat sosok Aisya,
“Ada apa?” Tanya Arsyla yang menatap Aera tengah fokus menatap ke arah samping.
“Oh, Tidak apa apa.” Jawab singkat Aera
‘Apa hanya perasaanku saja? Aku merasa sekilas melihat Aisya, Tapi Aisya sudah pergi.’ Hatinya berkata,
***
Aisya berlari tanpa tujuan, Diiringi dengan tangisan yang terus mengalir membasahi pipinya,
‘Jadi, Do hyun lagi lagi menipuku, kenapa hatiku mudah sekali terenyuh dengan kata kata manisnya,’ Batin Aisya
Langkah Aisya terhenti di pinggir jalan, Ia menghapus air matanya kasar,
Ilham yang sedang mencari Aisya menemukan Aisya tengah berdiri di pinggir jalan,
“Aisya? dia mau kemana?” Ucap Ilham.
Ilham hendak memarkirkan kendaraannya namun kejadian diluar dugaan nya pun terjadi,
Ia melihat gadis itu langsung menyebrangi jalan tanpa memperhatikan sekitarnya,
Ilham membulatkan matanya sempurna,
“AISYA!!” Teriaknya,
Bugh
Tubuh Aisya terlempar hingga beberapa meter dari tempat kejadian,
Darah keluar begitu derasnya dari kepalanya,
Ilham langsung berlari menghampiri Aisya,
“Sya! bangun sya! Sya!!” Ilham menggoyang goyangkan tubuh Aisya, Namun tidak ada reaksi apapun dari Aisya,
“Gue mohon! Lo bangun sya!” Teriak Ilham,
Ilham memeluk erat Aisya, Hingga darah segar itu pun membuat pakaian yang ia kenakan menjadi berwarna merah.
Ia kemudian meraih ponsel miliknya, dan menghubungi Fathan,
In Call,
“Assalamu’alaikum?” Sapa Fathan
“Wa’alaikum salam, Than Lo harus kesini sekarang!” Ucap Ilham seraya menangis tersedu sedu
“Ntar, Ada apa? Lo nangis?”
“Gue bilang lo cepetan kesini! Aisya kecelakaan, Darahnya banyak yang keluar!”
“Apa? Lo dimana sekarang?”
“Gue share lok sekarang!”
Ilham mematikan teleponnya setelah ia memberikan lokasi dimana ia berada sekarang,
“Sya, Lo harus bisa bertahan!”
Semua orang yang berada di sekitar mereka mulai mengerubungi mereka,
“Somebody please me!” Teriak Ilham,
Namun, Tidak ada satupun yang mengerti apa yang ilham ucapkan,
***
Sebuah mobil mewah berwarna hitam melewati Ilham, Seseorang yang berada di dalamnya, langsung meminta sopirnya untuk menghentikan laju kendaraannya saat ia melihat sosok gadis yang bersimbah cairan merah di tubuhnya.
“Aisya?”
Do hyun langsung turun dari kendaraannya dan menghampiri Aisya,
“Aisya?”
Do hyun yang mengenal wajah Do Hyun pun memintanya untuk mengantar ke rumah sakit,
“Lo gak usah banyak ngomong, cepet kita ke rumah sakit!” Teriak ilham
Meski Do hyun tidak mengerti apa yang diucapkan oleh Ilham namun Ia yakin apa yang dimaksud oleh Ilham sesuai dengan apa yang ia pikirkan,
Do hyun kemudian bergegas menggendong Aisya ala bridal style, dan membawanya menuju ke rumah sakit,
***
Setibanya di rumah sakit,
Aisya langsung dilarikan ke unit gawat darurat,
Ilham menangis dan terduduk,
“Sya, Lo harus hidup sya!” Ucapnya
Do Hyun pun ikut menangis melihat keadaan Aisya,
Tiba tiba terdengar dering ponsel milik Ilham ,
In Call,
“Ham, Lo dimana?”
“Gue di rumah sakit,”
Ilham kemudian memberikan alamat rumah sakitnya,
Tak lama kemudian Fathan pun tiba,
“Gimana keadaan Aisya?” Tanya nya pada Ilham,
“Dokter belum keluar dari tadi,”
Pandangan Fathan pun beralih ke arah Do hyun yang tengah duduk dan memijit ujung pelipisnya,
“Tuan Kim?”
Do Hyun pun menatap ke asal suara,
“Tuan Fathan,”
Fathan menghampiri Do hyun,
“Kenapa anda ada disini?” Tanya Fathan
“Em Tadi dia yang nolong dan nganterin kesini,” Potong Ilham
“Oh, Terima kasih Tuan Kim atas bantuannya, Tapi sekarang sudah ada saya dan juga Ilham yang akan menjaga Aisya,”
Do Hyun pun berdiri dari duduknya,
“Izinkan saya untuk tetap disini, setidaknya sampai saya bisa memastikan jika Aisya baik baik saja,”
Fathan pun menatap sekilas Ilham,
Sedangkan Ilham hanya mengangkat kedua bahunya,
“Baiklah Tuan Kim,”
Tak berselang lama,
Dokter pun keluar,
“Maaf, Apa kalian keluarga dari Nona ini?” Tanya dokter
“Iya dok,” Jawab Fathan
“Bagaimana keadaannya?” Sela Do Hyun
Dokter tampak menghela nafasnya kasar,
“Pendarahannya sudah berhenti, Tapi untuk memastikan kesehatannya, Kita harus menunggu sampai nona ini sadar,” Terangnya
Fathan pun mengangguk,
“Baiklah Dok, Terima kasih!”
“Sama sama, Kalau begitu saya pamit, permisi,” dokter pun melangkah meninggalkan mereka,
“Bolehkah saya melihat Aisya ke dalam?” Pinta Do Hyun
Fathan terdiam sejenak,
“Tuh orang ngomong apaan?” Bisik Ilham pada Fathan
“Dia minta izin supaya bisa masuk lihat Aisya,” Jawab Fathan
“Oh,”
“Ya sudah, silahkan Tuan Kim,” Fathan pun mempersilahkan Do hyun untuk masuk lebih dulu,
Matanya berkaca kaca saat melihat Aisya terbaring lemah diatas tempat tidur, dengan selang infus yang menempel di tangannya, dan perban yang membungkus kepalanya,
Do hyun melangkah mendekat ke arah Aisya,
Ia tak bisa menahan kesedihannya melihat kondisi Aisya,
Do hyun mengelus kepala Aisya lembut,
“Aisya, Bangunlah!”
Buliran bening itu pun menetes di pipi Aisya,
“Aisya?” Panggilnya,
Do hyun melihat reaksi tangan Aisya yang bergerak perlahan,
“Aisya? Bangunlah.” Ucap Do Hyun
Do hyun kemudian berteriak memanggil Dokter,
“Dokter!” Teriaknya,
Teriakan Do hyun membuat Fathan dan Ilham berlari masuk karena khawatir,
“Ada apa?” Tanya Fathan
“Aku melihat jarinya bergerak,” Terang Do hyun
“Biar gue susul dokternya!” Ilham langsung berlari menemui Dokter,
Perlahan, Mata Aisya pun terbuka,
Ia mencoba untuk memfokuskan pandangannya,
“D-dimana aku?” Ucapnya pelan
“kamu berada di rumah sakit, Aisya.”
Aisya membola, Suara yang sudah tidak asing lagi untuknya,
Ia kemudian melihat ke arah samping, dan menampakkan Do Hyun yang tersenyum ke arahnya,
“S-Siapa Anda?” Tanya Aisya
Senyuman Do Hyun pun langsung menghilang saat mendengar Aisya berkata seperti itu,
Fathan pun tak kalah terkejut mendengar ucapan yang dilontarkan oleh Aisya,
“Aisya, Kau tidak mengenalku?” Do Hyun memegang tangan Aisya erat,
Aisya menggelengkan kepalanya,
Fathan pun mendekat ke arah Aisya,
“Apa kamu masih ingat aku?” Tanya Fathan
Aisya kembali menggelengkan kepalanya,
Fathan dan Do hyun saling bertatapan seolah memiliki satu pemikiran,
“Apa mungkin, Aisya Amnesia?” Ucap mereka bersamaan,
Dokter pun tiba bersama Ilham,
Ia langsung memeriksa Aisya,
“Tidak ada luka yang serius,
“Lalu Dok, kenapa dia tidak mengenali kami?” Tanya Fathan
“Benarkah?” Dokter terkejut mendengar pengakuan mereka,
“Sepertinya, kita harus melanjutkan pemeriksaan mendalam, takutnya ada luka di dalam kepalanya,”
dibantu dua orang perawat, Aisya kemudian dibawa ke ruang scanning untuk mengetahui kondisi Aisya secara menyeluruh,
“Lo yakin, Aisya gak inget apapun?” Bisik Ilham
Fathan mengangguk,
“Gue kira tuh cewek gak bakal ngalamin Amnesia, orang kepalanya aja udah keras gitu,”
Fathan memberikan tatapan mengintimidasinya pada Ilham,
“S-So-Sorry,”
Mereka pun kembali menunggu pemeriksaan Aisya,