104

1027 Words

TITIK TEMU [104] Minta maaf tidak apa! ____________________________ Rumah Haris benar-benar dijadikan tempat untuk menampung keempat remaja yang katanya tengah bingung itu. Mereka tampak sangat nyaman di bawah atap yang sama, meskipun tak jarang saling menatap dengan tatapan tajam atau saling sikut ketika hanya berdekatan tanpa sebab. Kamar di rumah Haris cukup banyak, cukup untuk menampung keempat remaja yang terus merengek padanya sambil menyalahkan satu sama lain. Kadang dia merasa bosan dengan ocehan dan juga keributan di dalam rumahnya. Namun akhirnya dia membiarkan saja. Toh, mereka tidak akan terus melakukan hal semacam ini. Pukul satu tepat, tidak terdengar lagi suara mereka yang berada mulut—hanya terdengar suara pintu yang terbuka. Mungkin ada yang keluar dari kamar atau mal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD