105

2151 Words

TITIK TEMU [105] Dering Telepon Tengah Malam _________________________________ Berulangkali Albi mengabaikan semua panggilan dari Ibunya. Dia merasa bahwa dunia remajanya tak akan pernah berjalan dengan baik jika Ibunya masih ikut campur ke dalam semua masalahnya. Tidak boleh melakukan apapun selain belajar dan sekolah—memberikan stigma dalam diri Albi bahwa semua itu adalah penjara yang tidak kasat mata. Albi merasa tidak bebas dan hidupnya seperti berada di dalam labirin yang tidak mempunyai jalan keluar sama sekali. Kemanapun dia melangkah, maka jalan buntu yang akan ditemuinya. Dia sendirian, semuanya berantakan dan semua tidak berjalan normal lagi seperti dulu. Albi penasaran, apakah persahabatannya akan baik-baik saja setelah kejadian ini? Mengapa cinta membuat mereka kalap dan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD