106

1026 Words

TITIK TEMU [106] Sejenak Berhenti _______________________ Albi membuka pintu kamar yang dia tempati dengan Sean semalam. Meski hanya beberapa jam saja! Cowok yang semalam satu kamar dengannya telah bangun lebih dulu, sekarang tengah membantu Haris di dapur. Mungkin menyiapkan sarapan ala kadarnya, pikir Albi. Dia tidak pernah tahu bahwa orang kaya seperti Sean dapat ikut andil dalam membantu orang lain. Cowok kaya seperti itu hanya bisa bergantung kepada orang tua dan hidup dengan nyaman di rumah mewahnya. Ah, Albi malah sibuk menghujat orang lain tanpa tahu seperti apa Sean sebenarnya. Mungkin semua itu karena Albi iri. Alasan yang lebih masuk akal dari hal masuk akal lainnya. Sean mempunyai segalanya, Albi merasa bahwa orang seperti Sean sangat beruntung dan mempunyai keberuntungan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD