"Shena, ... apa cita-cita Shena ketika besar nanti?" Tanya Bu Guru pada saat itu. Shena yang aktif dan ceria selalu tersenyum, menjawab pertanyaan Gurunya. Lalu sebuah ungkapan di dalam hatinya muncul begitu saja—dari mulut bocah lima tahun dengan perasaan yang masih polos. "Mau ketemu Mami dan Kak Rey," jawaban singkat Shena yang pada saat itu mendapatkan tertawaan renyah dari teman-teman satu kelasnya. "Hahaha, ... Shena aneh! Masa iya, cita-cita bertemu dengan Mami dan Kak Rey? Cita-cita macam apa itu?" "Shena bodoh deh, masa enggak tahu apa itu cita-cita?" "Shena enggak mendengarkan Bu Guru pasti, nih! Cita-cita 'kan suatu profesi, ya, Bu?" Semua ucapan temannya pada masa itu, sulit hilang dari ingatannya. Dan seminggu kemudian, Shena menatap dirinya telah menjadi seorang anak d

