Harus Sabar

1200 Words
Diruangan luas ini banyak pasien yang sudah mulai membaik, bahkan pasien yg aku tangani semuanya normal. mulai dari tekanan darah, denyut jantung dan siklus pernafasannyapu sudah normal. Hal ini bisa terjadi pada ibu hamil yang memiliki berat badan berlebih salah satunya ibu mita pasien yg aku tangani yang mendadak sesak. "Bagaimana ibuk,,dadanya masih sesak?tanyaku sambil melihat selang oxigen yg terhubung antara ventilator dan masker oxigen ibu mita. "sudah mendingan buk dokter"jawab buk mita lirih karna mulut dan hidungnya tertutup masker oxigen. Dikarenakan semua sudah tertangani bersama dokter-dokter lain di IGD sesuai Job masing-masing dan semua pasien menunggu perawatan saja, akupun kembali keruang praktik polyklinik SpO.G, "Kamu terus kontrol keadaan pasien jika ada hal urgent segera hubungi saya "pintaku kepada salah satu perawat cantik yang menjadi asistenku di rumah sakit. "iya bu,,"jawabnya "Rumah sakit ini beruntung memiliki salah satu dokter kandungan terbaik seperti buk Dr.Neyma Hardynata SpO.G"puji risma asistenku Akupun segera menuju ruanganku, "Tenyata sudah sore, apa Adrian masih menungguku?" tanya ku dalam hati sambil berjalan menuju ruangan kerjaku. Pas masuk ruangan aku senyum tipis sembari mendekati suamiku yang sedang tertidur lelap di sofa tunggu pasien rawat. "Muaaachh,," ku kecup bibirnya yg manis sambil ku pegang pipinya yang penuh dengan rambut tumbuh bekas cukur brewoknya. "I love you my husband" ucapku mesra diapun terbangun, sambil mengusap2 matany "Sudah selesai ma?" tanyanya "Iya pa,, sudah semua di tangani dan nunggu perawatan aja"jawabku sambil ngambil Hp yg ke letakan di tas LV ku. "Whattt 5misscall,10 chat? " langsungku buka dan ternyata dari mama mertuaku. "Sayang,,mama nelpon aku berkali-kali apa sayang ditelpon juga?"tanyaku "Iya tadi,,tapi yang ngomong Deny nyuruh cepet pulang, pas mau jawab battrey hpku habis" jawab lelaki yang sangat aku cintai. Perasaan rindu muncul kepada sosok Deny, anak kecil imut, menggemaskan. Deny adalah anak laki-laki semata wayangku. "Pa,,yuk kita pulang mama kangen banget sama deny" pintaku, "Tapi ma rencana kita dinner di luar diCancel?"tanyanya sambil garuk-garuk pipi yg nggak gatel. "Kalau nggak bisa ngerayain sekarang kan bisa tahun depan pa, lagian perasaan deny lebih penting dibandingkan kita"jawabku ngeyakinin suamiku yg ingin mengulang masa-masa pacaran dulu. "Yaw,,udah deh kita pulang"jawabnya agak kurang bersemangat seperti baru datang. Kita meninggalkan ruangan praktekku, menuju lobby rumah sakit beberapa team kerja dokter,perawat, dan staf rumah sakit menyapaku "Loe pulang sekarang ma?" tanya shinta temanku sekaligus dokter Sp.Anak. "Iya nih shin,, anak gue nelpon pingin mama dan papanya cepet pulang"jawabku sambil mengambil kunci mobil chevrolet yg aku taruh di tasku. "yaw,,udah gue duluan ya shin bye,,bye"lanjutku "hati-hati di jalan" balas shinta sambil segera melangkah menuju ruangan praktiknya Diparkiran aku ditungguin suamiku, "Lama banget sih?"tanyanya ketus "Iya,, tadi ketemu shinta basa basi dikitlah"jawabku segera aq jalan menuju mobilku yg terparkir di dekat gedung rumah sakit. tiba-tiba "Mau kemana ma?" tanya suamiku yg agak sedikit kesal Seketika langkahku berhenti, "pulang bareng aja,, biarin mobil kamu disini aja" lanjutnya sambil melihat ke arahku. aku berbalik arah menuju mobilnya dan masuk ke mobilnya. Tanpa basa-basi suamiku langsung START ENGINE dan tancap gas "Aku yakin adrian kesel karena nggak jadi dinner, sampai-sampai dia memanggilku dengan sebutan KAMU "pikirku dalam hati. "Papa marah nih?"tanyaku menggoda, dia tidak menjawab satu katapun. "Kiiiittttt,,,, suara rem mobil berhenti" ternyata sudah ada di depan rumah mertuaku, Adrianpun masih diam nyuekin aku padahal diprjalanankita sempat berhenti membeli oleh-oleh buat ibu mertuaku. aku bergegas menuju pintu utama. "Assalammulaikum" "Walaikum salam" balasan salam dariku yang terdengar suara ibu paruh baya yang ternyata suara ibu mertuaku. dengan segera a mendatangi dan mencium tangannya. "Bagaimana keadaan mama?"tanyaku sambil menaruh tas kain belanja yg berisikan buah-buahan,dikarenakan ibu mertuaku memiliki riwayat sakit diabetes jadi oleh-oleh yg ku bawa pastinya yg rendah kalori. "Mamaaaa,,,,"terdengar suara anak kecil memanggilku dengan merdu, "deny sayangggg,,senang main dirumah eyang?"tanyaku sembari menggendong putraku "Senang banget ma,," jawabnya sambil menatapku dan tersenyum lebar. "bibik mana?"tanyaku "bibik disini non"jawab bik inah sambil merapikan mainan deny "Adrian nggak ikut?"tanya mertuaku "Ikut ma,, tapi nggak tau sepertinya dia kesel sama saya makanya dia nggak ikut turun" "apa ada masalah di antara kalian?" tanya mertuaku balik. "Tidak ma,, masalah kecil saja sekarang hari jadi pernikahan kami, adrian mengajak saya dinner malah saya memilih menjemput deny" jawabku meyakinkan ibu mertuaku agar tidak jadi beban pikiran. Jam menunjukan pukul 19.00 "Saya pulang dulu ma,, sudah malam " ucapku kepada ibu mertua. "Nanti pas saya libur dan Adrian saya nginap disini ma"lanjutku. aku,bik inah, dan deny bergegas pulang kerumah, sampai pintu depan aku melihat suamiku masih di dalam mobil. Aku segera menghampirinya "Pa,, kita pulang sekarang, apa papa nggak mau pamitan sama ibu? jika marah sama mama tolong jangan tunjukin ke ibu biar nggak jadi beban pikiran"pintaku Akhirnya suamiku turun dan pamitan sama ibunya "Maafin Adrian ma,, adrian lagi Bad Mood, adrian pulang dulu"ucap suamiku yang tampak masih sedikit lesu. "Kamu jangan kesel-kesel sama istrimu, neyma istri yang baik buatmu adrian"ucapan mertuaku bikin hatiku meleleh Kita berempat berpamitan dengan ibu mertuaku, kilihat deny salim dengan eyang nya sbelum aku menuju mobil "Mbok marni titip ibuk ya,,"ucapku terhadap mbok marni, mbok marni ini yang selalu menjaga ibu mertuaku selama ini. "Iyo mbak neyma" jawabnya dengan medok logat jawa Aku masuk mobil, diperjalanan pulang antara aku dan suamiku masih saling diam, hanya suara deny dan aku saja yg ada dalam mobil. jika deny bertanya pada papanya dia hanya menjawab singkat. Sampai juga dirumahku yang jaraknya hanya 15menit dari rumah mertuaku . "Bik inah duluan ya masuk rumah ajak deny di kamar dulu" perintah ku yang lembut "Baik,,non neyma"jawabnya sambil mengajak deny turun dari mobil menuju pintu utama rumah kami. "Kenapa pa,, apa salahku sampai kamu diam seperti ini? hanya karena kita nggak jadi dinner?" tanyaku pada suami yg mukanya lagi kesel "Iyaw aku marah,, karena hari ini hari spesial kita tapi apa, kamu memilih jemput deny dirumah ibuk, padahal aku sudah merencanakan sesuatu. jawabannya bikin aku kaget baru kali ini aku melihat dia semarah ini karena hal sepele. "Aku langsung memeluknya dan menciumnya sembari meminta maaf padanya,, Sayanggg maafin istrimu ini, aku janji anniversary kita yg ke 6 nanti bakalan di rayain romantis. pleassseee,,,maafin yaaaa,,,Tuan Adrian Hardynata "ucapku sambil menempelkan kedua telapak tanganku memohon agar di maafin. "Iyaw aku maafin,," jawabnya seperti tidak ikhlas "Kok nggak ikhlas gtu,, maafin dan jangan marah lagi okay.. promise?? ucapku sambil manja "I'm promise"jawabnya sambil jari kelingking kita berikatan Kita berdua turun dari mobil dan membawa peralatan deny selama dia berkunjung kerumah eyangnya tadi pagi. akupun menuju kekamar putraku, kulihat putra kecilku tidur di temani bik inah, aku sangat percaya dengan asuhannya bik inah, karena yang mengasuhku kecil juga bik inah. semenjak aku lulus SMA lanjut kuliah fakultas kedokteran di singapore, bik inah pulang kampung. Kemudian berlanjut aku menikah dan mempunyai anak aku percayakan bik inah mengasuh putraku dan juga bimbinganku sebagai ibuk kandung Deny Hardynata. "Good night my dear prince,, happy nice dream" ucapku sambil mengecup kening putra kesayanganku, dan ku selimuti badan mungilnya biar tidak terlalu dingin dari efek suhu AC. akupun melangkah menuju kamarku. Bersambung,,,,,
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD