Tuduhan di Malam Pertama Bab 43 : Pengakuan Palsu Mendengar pengakuan tak terduga dari mulut Willy, Vaulin segera menoleh ke arahnya. Sedangkan Yuta, ia jadi gelagapan sebab tak menyangka teman satu profesinya itu akan menggali lobang kematian untuk mereka termasuk dirinya. “Maksud Mas Willy gimana? Aku tak butuh pengakuan palsu, aku ingin sebuah kejujuran,” jawab Vaulin berusaha tenang, walau kini jantungnya mulai berpacu cepat. Sebelum Willy membuka mulutnya, Yuta sudah menghadiahi pria berkulit gelap itu dengan sebuah pukulan keras yang tak sempat ia hindari. “Jangan dengarkan dia, Vau, itu hanya taktiknya untuk bisa merebut kamu dariku. Ayo, kita cepat pergi dari ini!” Yuta berusaha menarik tangan Vaulin pergi tapi mendapat tepisan sengit dari sang mantan istri. “Biarkan ak

