Tuduhan di Malam Pertama Bab 44 : Neha Gadis Pulau “Jika maumu seperti itu, saya sangat setuju. Saya juga ingin bertanggung jawab atas kalian, saya ingin membina rumah tangga denganmu, Vau, saya ingin memperbaiki semuanya. Kita lupakan kejadian kelam itu, menikahlah denganku!” Willy meraih tangan Vaulin dan mengggenggamnya. Vaulin meringis, tapi menahan diri untuk tak menepis tangan kekar itu sebab ia belum mendengarkan pengakuan Willy yang sepenuhnya. “Kapan kamu melakukan hal itu, Mas, dan di mana? Terus ... kenapa aku sampai tak tahu? Apa Fatihah anak hasil suntikan atau bagaimana? Maklum ... kalian itu para dokter kandungan yang cerdas, aku yang awam ini sulit memahaminya,” ujar Vaulin lagi. “Sebelumnya ... aku mohon maaf yang sebesar-besarnya, Vau, aku melakukannya saat kamu

